![]() |
| Ilustrasi: Gambar visual perkiraan cuaca, (Foto: Istimewa/BMKG/MP). |
Berdasarkan hasil pemantauan terkini, kondisi atmosfer di wilayah NTB menunjukkan adanya gangguan signifikan yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif. Kondisi ini berpotensi mendatangkan cuaca buruk yang merata di hampir seluruh kabupaten/kota.
Pihak Stasiun Meteorologi ZAM menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan akibat akumulasi beberapa fenomena atmosfer global yang aktif secara bersamaan di wilayah NTB.
“Analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya gangguan signifikan yang memicu pertumbuhan awan konvektif. Faktor utamanya adalah aktifnya gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Low Frequency di wilayah kita,” ungkap perwakilan Stasiun Meteorologi ZAM dalam keterangan resminya.
Selain aktivitas gelombang atmosfer tersebut, pantauan radar juga menunjukkan adanya pertemuan serta perlambatan kecepatan angin. Hal ini diperparah dengan kelembapan udara yang sangat basah di berbagai lapisan ketinggian, sehingga mempercepat proses kondensasi.
Kombinasi dari labilitas atmosfer yang kuat ini menjadi bahan bakar utama bagi pembentukan awan-awan hujan yang berbahaya. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak turunan dari kondisi langit yang tidak stabil ini.
“Kondisi labilitas atmosfer yang kuat ini sangat mendukung proses pembentukan awan Cumulonimbus. Awan jenis ini dapat menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang seringkali disertai petir dan angin kencang secara mendadak,” tambah pihak BMKG.
Dengan adanya peringatan ini, warga yang tinggal di daerah rawan banjir, tanah longsor, maupun wilayah pesisir diminta untuk terus memantau informasi cuaca secara berkala. Para pengendara juga diingatkan untuk berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang akibat angin kencang.
Stasiun Meteorologi ZAM menegaskan akan terus memperbarui informasi cuaca selama 24 jam melalui kanal-kanal komunikasi resmi guna meminimalisir risiko dampak bencana hidrometeorologi selama periode cuaca ekstrem ini berlangsung.

