![]() |
| Sosok: Ketua Ikan Mahasiswa Muhammadiyah Lombok Timur, Yandis, (Foto: Istimewa/MP). |
IMM mendesak Bupati Lombok Timur untuk mengevaluasi penempatan pejabat di tingkat kecamatan, khususnya Camat dan Sekretaris Camat (Sekcam), agar senantiasa bersiaga di wilayah tugas.
IMM menilai, lambannya respons darurat saat kebakaran terjadi menjadi bukti lemahnya koordinasi akibat ketiadaan pimpinan wilayah yang menetap di lokasi.
Ketua IMM Lombok Timur, Yandis, menegaskan bahwa kehadiran pejabat struktural di garda terdepan sangat krusial saat terjadi bencana. Menurutnya, masyarakat tidak bisa menunggu birokrasi yang terhambat jarak ketika keadaan sedang genting.
"Kami melihat langsung bagaimana masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah di tengah situasi krisis. Camat dan Sekcam seharusnya berada di garda terdepan, bukan justru jauh dari masyarakat saat kondisi kritis. Bencana ini tidak menunggu mereka datang dari arah Selong baru terjadi," tegas Yandis, Selasa (28/4).
Ia menambahkan bahwa Pringgabaya merupakan wilayah strategis dengan tingkat kerawanan bencana dan dinamika sosial yang tinggi. Oleh karena itu, mobilitas pejabat yang tinggi dari pusat kabupaten (Selong) dianggap tidak efektif untuk menangani insiden yang bisa terjadi kapan saja, terutama pada malam hari.
Meski melayangkan desakan, Yandis mengklarifikasi bahwa tuntutan ini bukan merupakan penilaian buruk terhadap kinerja personal pejabat yang sedang menjabat, melainkan kritik terhadap sistem koordinasi wilayah.
"Bukan berarti Camat yang sekarang kinerjanya tidak bagus, kinerjanya bagus. Tapi keinginan kita supaya mereka langsung berada di tempat untuk mempermudah koordinasi. Minimal kalau bukan Camat, ya Sekcam yang standby. Jadi ketika terjadi konflik sosial atau musibah seperti banjir, kebakaran akses mereka cepat dan hadir di tengah masyarakat," jelasnya melalui sambungan telepon.
Sebagai solusi konkret, IMM meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur untuk memfasilitasi rumah dinas Camat Peringgabya. Selain itu, mereka menyarankan agar Bupati mempertimbangkan penempatan putra daerah dalam struktur kepemimpinan kecamatan demi kedekatan emosional dan geografis.
"Musibah dan masalah itu tidak mengenal waktu. Kalau kejadian malam hari dan mereka harus berangkat dari Selong, tentu memakan waktu. Kami meminta Bupati agar ada keterwakilan orang Pringgabaya jadi Camat atau Sekcam, agar koordinasi ke tingkat atas bisa lebih cepat," imbuh Yandis.
Selain soal penempatan pejabat, IMM juga mendesak Pemkab untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem penanganan bencana di tingkat kecamatan, mulai dari kesiapan aparatur hingga ketersediaan sarana prasarana darurat.
"Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi soal keselamatan dan perlindungan masyarakat. Pemerintah harus memastikan ada pemimpin yang bisa langsung mengambil keputusan di lapangan saat bencana melanda," tutupnya.
IMM menyatakan akan terus mengawal isu ini hingga Pemerintah Daerah melakukan langkah nyata guna menjamin pelayanan publik dan perlindungan warga Pringgabaya selama 24 jam penuh.

