![]() |
| Data BPS: Kasubag Umum BPS Lombok Timur, Zainul Irfan, SE, saat memaparkan data indikator ekonomi Lombok Timur dalam sebuah diskusi 30 tahun otonomi daerah, (Foto: Rosyidin/MP). |
Kasubag Umum BPS Lombok Timur, Zainul Irfan, SE, mengungkapkan bahwa data yang disajikan merupakan hasil potret objektif di lapangan. Ia mengibaratkan peran BPS layaknya "malaikat pencatat" yang bekerja secara independen berdasarkan metodologi standar internasional.
"Kami di BPS itu independen. Kalau bagus kondisinya maka kita akan catat bagus, kalau kondisinya buruk ya kita akan catat juga. Kami tidak menilai kinerja pemerintah secara langsung, tugas kami adalah memotret kondisi daerah berdasarkan data," ujar Zainul Irfan dalam sebuah forum diskusi di Selong belum lama ini.
Salah satu sorotan utama adalah pertumbuhan ekonomi Lombok Timur tahun 2025 yang mencapai angka 4,93%. Angka ini menunjukkan pemulihan dan peningkatan yang kuat dibandingkan tahun 2024 yang sempat berada di angka 4,20%.
Tak hanya itu, kualitas sumber daya manusia yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus menanjak. Pada tahun 2021, IPM tercatat di angka 68,90, dan terus konsisten naik hingga mencapai 72,35 di tahun 2025.
"Sejak tahun 2024, IPM Lombok Timur ini sudah tergolong kategori tinggi. Ini menjadi bahan refleksi kita bersama bahwa perkembangan daerah sudah sangat baik dari sisi data," tambahnya.
Kabar menggembirakan juga datang dari sektor kesejahteraan masyarakat. Meski sempat fluktuatif, angka kemiskinan di Lombok Timur mengalami penurunan tajam pada tahun 2025.
"Di tahun 2023 angka kemiskinan sempat meningkat menjadi 15,63 persen, namun pada tahun 2024 turun ke 14,51 persen, dan di tahun 2025 ini mencapai 13,63 persen. Jadi menurunnya cukup jauh," jelas Zainul.
Namun, di sisi lain, BPS juga mencatat tantangan pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang berada di angka 2,82% pada tahun 2025, sedikit meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Data-data tersebut diperoleh melalui survei periodik (bulanan, triwulanan, dan tahunan) dengan tingkat kesalahan (margin of error) yang sangat minim berkat standarisasi metodologi.
Dalam kesempatan tersebut, BPS Lombok Timur juga secara resmi mensosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sensus yang digelar sepuluh tahun sekali ini bertujuan memotret profil usaha di seluruh Indonesia secara komprehensif.
Zainul menginformasikan bahwa pendaftaran petugas sensus untuk wilayah Lombok Timur dibuka mulai tanggal 8 hingga 12 Mei 2026. Pihaknya membutuhkan tenaga lapangan dalam jumlah besar mengingat luasnya cakupan wilayah.
"Pelaksanaan lapangan akan dimulai pada 16 Juli sampai 31 Agustus 2026 secara door to door. Kami akan mendata seluruh usaha masyarakat, kecuali usaha yang dilarang hukum. Kami mohon dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan Sensus Ekonomi ini demi data pembangunan yang lebih akurat," pungkasnya.
Berikut Ringkasan Data Makro Lombok Timur (2025):
Indikator Capaian Status, Pertumbuhan Ekonomi 4,93% (Meningkat),
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 72,35 (Kategori Tinggi),
Angka Kemiskinan 13,63% (Menurun Signifikan),
Tingkat Pengangguran 2,82% (Fluktuatif).

