Fakultas Tarbiyah IAIH Pancor Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta untuk Guru Madrasah

Ariyati Astini
Sabtu, Oktober 03, 2026 | 20.29 WIB Last Updated 2026-10-03T12:29:50Z
Komitmen: Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Insitut Agama Islam Hamzanwadi Pancor, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Mengawali Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat.


Langkah ini direalisasikan dalam bentuk Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Literasi yang berlangsung selama empat hari, mulai 28 September hingga 1 Oktober 2026 di Montong Gading, Lombok Timur.


Program pengabdian masyarakat ini menjadi wujud konkret implementasi konsep "Kampus Berdampak" yang kini menjadi arah kebijakan pendidikan nasional sebagai langkah lanjutan dari program "Kampus Merdeka".


Melalui konsep ini, perguruan tinggi didorong untuk tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata, melainkan hadir secara aktif sebagai agen perubahan nyata bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan.


Bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, kegiatan ini diikuti oleh 48 guru yang mewakili 12 Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Montong Gading. Workshop ini dirancang sebagai respons cepat atas kebutuhan madrasah dalam meningkatkan kompetensi para pendidiknya.


Menggunakan pendekatan workshop andragogi, model pembelajaran partisipatif, serta pendampingan langsung dari Tim KBC IAIH Pancor, para peserta diajak untuk memahami, mempraktikkan, dan menjiwai (immerse oneself) nilai-nilai kasih sayang yang dapat diimplementasikan pada proses pembelajaran di dalam maupun di luar kelas.


Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor sekaligus Penanggung Jawab Tim KBC, Dr. Idawati, M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis lembaga dalam merespons kebutuhan nyata di lapangan.


"Kegiatan workshop Kurikulum Berbasis Cinta ini merupakan langkah strategis dalam upaya terus mengaktualisasikan kebijakan 'Kampus Berdampak' yang menghubungkan (link and match) dunia perguruan tinggi dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan," ujar Dr. Idawati, dalam rilis resminya, Sabtu (3/10).


Penguatan sinergi ini juga ditegaskan oleh Wakil Rektor III IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan institusi pendidikan dasar.


"Kami menekankan pentingnya kemitraan antara IAIH Pancor dengan madrasah serta lembaga lainnya. Melalui kegiatan ini, kami berharap IAI Hamzanwadi Pancor mampu menjadi Kampus Berdampak dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di madrasah," tegas Dr. Ahmad Muzayyin.


Dalam pemaparan materi, Narasumber Workshop KBC, Dewi Rohiani, M.Pd., menjelaskan bahwa KBC dirancang sebagai kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) yang melandasi seluruh mata pelajaran guna melahirkan proses belajar yang lebih humanis.


"KBC merupakan hidden curriculum yang bisa diinsersi pada setiap mata pelajaran yang ada, sehingga dapat mewujudkan hasil pembelajaran yang humanis dan bermakna. KBC mengeksplorasi lima core values, yaitu Nilai Spiritual (Cinta Allah dan Rasul), Nilai Intelektual (Cinta Ilmu), Nilai Personal (Cinta Diri), Nilai Sosial (Cinta Sesama), Nilai Ekologis (Cinta Lingkungan), serta Nilai Kebangsaan (Cinta Tanah Air). Kelima nilai ini merupakan penjabaran dari prinsip rahmatan lil 'alamin yang harus menjadi kerangka dasar pembelajaran di lembaga pendidikan Islam," papar Dewi Rohiani.



Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta selama empat hari pelatihan. Ketua KKG MI Kecamatan Montong Gading, Muhajjirin, S.Pd.I., mengapresiasi kontribusi dan ilmu yang dibagikan oleh tim akademisi IAIH Pancor.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada IAI Hamzanwadi Pancor, khususnya Tim KBC Fakultas Tarbiyah, yang telah membagi pengetahuan dan pengalaman sangat berharga. Ini akan menjadi panduan di lembaga kami masing-masing dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter peserta didik dengan nilai cinta dan kasih sayang sesuai inti ajaran Islam," ungkap Muhajjirin.


Kegiatan workshop empat hari ini merupakan tahap kedua dari empat tahapan terstruktur dalam pelaksanaan KBC, yakni Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan, Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut (I), serta Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut (II). Setelah agenda workshop ini usai, Tim KBC IAIH Pancor bersama mitra KKG akan melanjutkan pendampingan pada tahap-tahap berikutnya sesuai dengan kerangka program yang telah dirancang.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Fakultas Tarbiyah IAIH Pancor Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta untuk Guru Madrasah

Trending Now