Iklan BNS

Menengok Sejarah Makam Jenderal Van Ham di Kota Mataram

MandalikaPost.com
Minggu, Mei 22, 2022 | 14.07 WIB
Seorang wisatawan melihat situs makam PPH Van Ham di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

MANDALIKAPOST.com - Kota Mataram, ibukota Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki cukup banyak objek wisata sejarah yang menarik. 


Salah satunya adalah makam PPH Van Ham, Jenderal Belanda yang gugur dalam peperangan di Lombok seratusan tahun silam.


Makam Van Ham  terletak di kawasan Pura Karang Jangkong, Kota Mataram. Lokasinya mudah diakses karena di pusat kota. Hanya beberapa jarak dari Hotel Aston Inn di jalan Panca Usaha dan cukup dekat juga dengan Mataram Mall di jalan Pejanggik.


BACA JUGA : Ketika Bali-Lombok Berperang dan Belanda yang Menang


Tercatat telah ada sejak tahun 1894, atau 128 tahun silam, kondisi makam Van Ham nampak terawat hingga kini.


Situs ini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Mataram. Sebelum masa pandemi Covid-19 dan pariwisata sedang bagus-bagusnya, cukup banyak wisatawan eropa, khususnya dari Belanda, yang berkunjung ke makam Van Ham.


Mayor Jenderal PPH Van Ham.

Situs makam Van Ham menjadi catatan sejarah perang di era kolonial masa lalu.


Van Ham merupakan petinggi militer Belanda yang berkarir moncer.  Lahir di Breda, Belanda dengan nama Petrus Paulus Hermanus Van Ham pada 10 Februari 1839. Van Ham memiliki karir yang sangat baik sejak masuk dunia militer di usia 17 tahun.


Ia mendapatkan kenaikan pangkat dan bergabung dengan KNIL pada tahun 1861.


Pada tahun 1894, Belanda tiba di Lombok dengan misi untuk menaklukkan Kerajaan Mataram. Saat itu, keadaan Lombok sedang tidak baik-baik saja. Belanda tak ingin aktivitas perdagangannya terganggu.


Dalam buku yang ditulis W. Cool berjudul De Lombok Ekspedisi, Pemerintah Belanda mengirimkan sebuah ekspedisi dibawah pimpinan dua orang jenderal, yaitu Mayor Jenderal Vetter dan Mayor Jenderal Van Ham.


Ekspedisi itu melibatkan 7 kapal perang, 12 kapal angkut, 3 batalion infanteri, dan 1 skuadron kavaleri. Kekuatannya mencapai kurang lebih 4.400 orang.


Van Ham dan pasukannya tiba di Lombok melalui pelabuhan Ampenan pada tanggal 5 Juli 1894 dan mendirikan perkemahan di sekitar Puri Cakranegara.


Segera keadaan semakin memanas. Raja Mataram IV, AA Gde Ngurah Karangasem tidak tinggal diam. Ia memerintahkan patihnya untuk memobilisasi pasukan. Perang tak terelakkan.


BACA JUGA : Ketika Bali-Lombok Berperang dan Belanda yang Menang


Puncaknya pada tanggal 26 Agustus 1894. Pasukan Mataram menyerbu kamp Belanda pada malam hari. Belanda yang tidak mengira akan diserang mencoba memberikan perlawanan.


Akibat peristiwa itu, ratusan orang tewas, termasuk Mayor Jendral Van Ham sendiri dan calon menantunya yang bernama Letnan Musquetier. Sementara Jenderal Vetter berhasil melarikan diri.


Jenderal Van Ham dimakamkan di dekat Pura Karang Jangkong, Mataram. Ia dimakamkan berdampingan dengan Letnan Musquetier dan perwira/prajurit Eropa lainnya.


Makamnya hingga kini masih terawat dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Lombok.


Berdasarkan keterangan Balai Pusat Cagar Budaya (BPCB) Bali, makam Van Ham
telah menjadi salah satu cagar budaya yang diinventarisasi oleh tim BPCB Bali, Ida Ayu Yuni Anita Sari, pada tahun 2013 dengan nomer inventarisasi 3/15/02/STS/04.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menengok Sejarah Makam Jenderal Van Ham di Kota Mataram

Trending Now

Iklan