Bawa Harapan Baru untuk Petani, Poktan Pusuk Pujata Ingin Kembalikan Kejayaan Bawang Putih Sembalun

Rosyidin S
Jumat, Agustus 21, 2026 | 21.49 WIB Last Updated 2026-08-21T14:58:30Z
Humaria: Manager Poktan Pusuk Pujata, Egi Frisma Suryaji bersama Kapolri dan rombongan, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Kelompok Tani (Poktan) Pusuk Pujata Desa Sembalun Bumbung, mengusung paradigma baru dalam tata kelola pertanian bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui skema kerja sama tanam seluas 250 hektar.


Program ini dirancang sebagai role model yang terukur untuk membangkitkan kembali minat menanam para petani sekaligus mengembalikan masa kejayaan bawang putih lokal.


​Manager Poktan Pusuk Pujata, Egi Frisma Suryaji, mengungkapkan bahwa skema baru ini hadir untuk menjawab ketakutan klasik para petani bawang putih yang selama ini membayangi, seperti tingginya biaya produksi, ketidakpastian harga, hingga cuaca yang tak menentu.


​"Kami hadir dengan wajah baru yang meng cover 100% kebutuhan petani, mulai dari kasbon pengolahan lahan, pemupukan awal hingga akhir, hingga penyiapan gudang obat. Tujuannya untuk memastikan keberhasilan petani sekaligus melindungi mereka dari imbas kenaikan harga fungisida di pasaran," ujar Egi.


​Egi menegaskan, seluruh fasilitas kasbon dalam bentuk dana maupun sarana produksi tersebut nantinya tidak dikembalikan dalam bentuk uang tunai.


"Semua kasbon akan kembali dalam rupa hasil panen bawang putih. Ini adalah bentuk komitmen kami agar petani tidak perlu memikirkan skema pinjaman yang rumit seperti di lembaga keuangan konvensional. Cukup menanam bawang putih dengan tekun, modal pengerjaan dan fasilitas pembiayaan dipastikan cair," tambahnya.


​Untuk menjamin efisiensi dan transparansi, Poktan Pusuk Pujata menerapkan pemetaan lahan berbasis teknologi digital modern (polygon). Langkah ini diambil untuk menggantikan pengukuran manual zaman dulu yang sering kali tidak akurat.


​Dalam skema penanaman 250 hektar tersebut, petani dibantu dengan alokasi benih sebesar 800 kg per hektar, pupuk cair, serta dana bantuan pengolahan lahan. Pengawasan lapangan pun dilakukan secara ketat dan terstruktur.


Program kerja sama tanam 250 Hektar satgas pangan adalah, estimasi dan target yg ingin di capai. Begitu juga dengan 120.000 hektar di seluruh indonesia adalah estimasi dan target dari lahan yg ingin di capai oleh Polri.


"Polri memfasilitasi dan membina Kelompok Tani Pusuk Pujata guna dapat memaksimalkan visi swasembada yang di gaungkan pemerintah agar dpt segera terwujud dengan memperbanyak benih, kata Egi.


​"Kami tidak sekadar melepas benih lalu membiarkannya hilang. Tim pengawas mengawal secara berkala dari penentuan umur tanaman hingga kebutuhan nutrisi di lapangan. Setiap pekerjaan memiliki tugas dan fungsinya masing-masing," imbuhnya.


​Upaya pemulihan komoditas bawang putih ini juga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat dan jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai wujud komitmen mendukung percepatan program ketahanan pangan nasional. Sinergi ini tidak hanya memperkuat pendampingan, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani melalui penataan regulasi dan akses pemodalan.


​Terkait desas-desus kelangkaan benih serta isu intimidasi penjualan di media sosial, Egi menepis tegas anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa koordinasi antar penangkar dan dinas terkait sejatinya bertujuan untuk menjaga agar benih bawang putih berkualitas tidak lari ke pasar konsumsi, melainkan ditanam kembali demi menjaga keberlanjutan stok.


​"Di Pusuk Pujata tidak ada intimidasi. Semua berjalan berdasarkan koordinasi dan kesepakatan tertulis di atas kertas sejak awal. Pendekatan kekeluargaan selalu kami utamakan agar hak dan kewajiban kedua belah pihak tetap berjalan selaras," jelasnya.


​Melalui penyiapan infrastruktur pendukung yang matang seperti ketersediaan gudang penjemuran multi-lantai hingga fasilitas pengemasan Sembalun ditargetkan tidak hanya dikenal sebagai kawasan pariwisata, tetapi juga bertransformasi penuh menjadi lumbung benih nasional.


​"Target utama kita adalah mengembalikan kejayaan bawang putih Sembalun seperti di masa emas tahun 1987 silam. Kami ingin memastikan kebijakan yang pro petani ini terus berlanjut agar tingkat kesejahteraan masyarakat Sembalun terus meningkat," tutup Egi optimis.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bawa Harapan Baru untuk Petani, Poktan Pusuk Pujata Ingin Kembalikan Kejayaan Bawang Putih Sembalun

Trending Now