![]() |
| Tuan Guru Bajang Zainul Majdi |
MANDALIKAPOST.com – Bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi warga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mantan Gubernur NTB, TGB Dr. Muhammad Zainul Majdi, menyampaikan duka cita dan simpati mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat NTT.
“Kita berduka cita untuk NTT karena kita tahu persis rasanya terkena gempa skala besar,” kata TGB Dr. Muhammad Zainul Majdi, Senin (17/8/2026) siang.
TGB mengenang kembali gempa bumi yang mengguncang Lombok dan sejumlah wilayah NTB pada 2018 lalu. Menurutnya, pengalaman tersebut meninggalkan trauma yang tidak mudah dilupakan oleh masyarakat.
“Pasti traumanya luar biasa, dan karena itu kita ikut berduka cita,” ujarnya.
Dua periode menjabat sebagai Gubernur NTB, TGB juga menyoroti hubungan historis dan emosional antara NTB dan NTT. Sebelum pembagian wilayah pada 1958, NTB dan NTT berada dalam satu ikatan kawasan yang dikenal sebagai Sunda Kecil.
Menurutnya, hubungan tersebut menjadi salah satu alasan kuat bagi masyarakat NTB untuk menunjukkan solidaritas kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah.
TGB turut mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTB yang telah mengirimkan bantuan langsung ke NTT. Ia menilai bantuan tersebut merupakan bentuk nyata persaudaraan dan kepedulian masyarakat NTB terhadap saudara mereka di NTT.
“Kita juga terima kasih kepada pemerintah provinsi yang sudah mengirim bantuan dan mewakili persaudaraan dan wujud nyata,” katanya.
Berkaca dari pengalaman NTB dalam menangani dampak gempa 2018, TGB menyampaikan sejumlah hal yang menurutnya penting menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat NTT dalam proses penanganan hingga pemulihan pascabencana.
Salah satunya adalah pentingnya menghindari sikap saling menyalahkan antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, seluruh pihak harus fokus pada penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak.
“Tidak boleh saling menyalahkan. Dulu kita cepat tanggap bencananya dan rehabilitasi relatif cepat,” ujar TGB.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan solidaritas di tingkat lokal. Menurutnya, masyarakat yang solid dan kompak akan lebih mudah mendapatkan dukungan serta bantuan dari berbagai pihak di luar daerah.
Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen lainnya dinilai menjadi fondasi penting agar wilayah terdampak dapat segera bangkit dan masyarakat bisa melewati trauma akibat bencana.
“Saudara kita yang ada di NTT kita harapkan tidak usah saling menyalahkan di antara masyarakat dan pemerintah. Pokoknya tangani bareng-bareng. Kalau kompak di dalam, insyaallah akan cepat pulih pascatrauma,” pungkasnya.

