![]() |
| Peristiwa: Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani nampak dari rumah warga di Sembalun, (Foto: Rosyidin/MP). |
Pihak Balai TNGR menerima laporan pertama kali dari warga setempat sekitar pukul 16.48 WITA mengenai munculnya titik api (hotspot) yang mengancam vegetasi di perbatasan kawasan inti dan kebun masyarakat.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Rinjani, Astekita Ardi, membenarkan adanya insiden karhutla tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat malam.
"Benar, kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.48 WITA tadi siang. Ada titik hotspot di batas kawasan, antara kawasan inti dan kebun masyarakat di wilayah Maletan, arah Bukit Tiga," ujar Astekita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari petugas Resort TNGR, warga lokal, hingga siswa PKL langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman awal.
"Petugas di resort bersama masyarakat dan siswa PKL, sekitar 15 orang, langsung dikerahkan menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan," lanjutnya.
Mengingat kondisi medan dan hari yang mulai gelap, personel di lapangan sempat ditarik mundur untuk keselamatan, namun pemantauan terus dilakukan secara intensif dari posko. Sementara itu, bantuan personel tambahan dari Tim Manggala Agni dan petugas dari Mataram telah dikerahkan menuju lokasi untuk memperkuat armada pemadaman.
Mengenai penyebab pasti kebakaran serta total luas lahan yang terdampak, pihak TNGR menyatakan masih melakukan pendataan dan fokus pada upaya penanggulangan api.
"Untuk penyebabnya kita belum bisa memastikan, apakah karena aktivitas manusia atau faktor alam. Mengingat cuaca panas dan bahan bakar seperti rumput kering sangat banyak di lokasi. Saat ini kami fokus pada upaya pemadaman terlebih dahulu," pungkas Astekita.
Proses pemadaman dan penyisiran lokasi rencananya akan dilanjutkan kembali dengan melibatkan tim gabungan guna mencegah kobaran api meluas ke area inti Taman Nasional Gunung Rinjani.

