Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Kaki Gunung Rinjani

Rosyidin S
Sabtu, Agustus 08, 2026 | 09.54 WIB Last Updated 2026-08-08T01:54:55Z
Upaya Pemadaman: Tim gabungan Polres Lombok Timur bersama masyarakat berupaya padamkan api di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Maletan SPTN II Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sembalun pada Jumat (7/8). Luas areal yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 40 hektar dengan vegetasi dominan berupa semak, perdu, dan liana.


Laporan awal bermula dari informasi masyarakat yang mendeteksi munculnya titik api (hotspot) di batas kawasan Maletan sebelah kiri atas pada Jumat sore. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Sembalun bergerak melakukan pemantauan (monitoring) dan upaya penanganan awal sejak pukul 16.48 WITA.


Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, mengonfirmasi bahwa penanganan awal langsung dilakukan setelah tim gabungan mengecek kondisi lapangan.


"Begitu menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya titik api di kawasan Maletan, anggota Polsek Sembalun bersama petugas TNGR Resor Sembalun dan siswa SKMA langsung bergerak melakukan ground check ke lokasi pada pukul 18.30 WITA. Di sana, tim menemukan tiga titik hotspot aktif," ujar IPTU Lalu Subadri saat ditemui di Sembalun, Sabtu (8/8).


Melihat kobaran api yang kian meluas di malam hari, penanganan Karhutla ini langsung mendapat atensi penuh dari pimpinan jajaran kepolisian daerah setempat. Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., turun langsung ke lokasi kebakaran pada pukul 21.45 WITA untuk memimpin operasi pengendalian dan pemadaman di lapangan.


Tim Dal-Karhutla Gabungan yang diterjunkan terdiri dari pelbagai unsur, meliputi personel Polsek Sembalun, Koramil 1615/10 Sembalun, petugas BTNGR, Damkarmat Sembalun, Manggala Agni, siswa PKL SKMA, serta partisipasi aktif warga masyarakat setempat.


Pemantauan dari udara terus diintensifkan menggunakan pemantauan drone pada pukul 20.30 WITA untuk memetakan sebaran dua titik api tersisa. Sambil menunggu pasokan kelengkapan pemadaman darat seperti jet shooter (pompa punggung), senter penerangan, dan peralatan medis pendukung sejumlah personel disiagakan di titik terdekat lokasi kebakaran.


Upaya penjinakan si jago merah berlanjut secara intensif memasuki tengah malam. Tepat pukul 00.01 WITA, Kapolres Lombok Timur bersama Tim Gabungan merangsek ke titik-titik api yang masih menyala. Personel memanfaatkan alat pemadam khusus seperti jet shooter hingga metode tradisional menggunakan pukulan ranting kayu basah untuk memutus jalur kobaran api.


Perjuangan gigih tim gabungan membuahkan hasil pada Sabtu (8/8) dini hari pukul 01.50 WITA. Sebagian besar titik api berhasil dikuasai dan dipadamkan. Usai api utama padam, personel Manggala Agni menyisir kembali area untuk mengecek sisa-sisa bara api guna mencegah potensi penyebaran ulang (re-ignition).


Rangkaian pemadaman diakhiri dengan Apel Konsolidasi pada pukul 02.30 WITA yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Timur. Dalam amanatnya, AKBP Ariakta Gagah Nugraha menyampaikan apresiasi dan arahan strategis terkait mitigasi bencana ke depan.


"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras, dedikasi, dan kekompakan seluruh tim gabungan di lapangan yang bertaruh waktu hingga dini hari demi menjinakkan api. Ke depan, kesiapan dan kelengkapan sarana pemadaman yang memadai dari pihak BTNGR harus terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi agar kita selalu siap jika sewaktu-waktu Karhutla kembali terjadi," ungkap Kapolres Lombok Timur dalam apel tersebut.


Seluruh rangkaian operasi pengendalian Karhutla dinyatakan selesai dalam keadaan aman dan lancar pada pukul 03.15 WITA.


Hingga berita ini diturunkan, kondisi titik api di kawasan TNGR Sembalun dipastikan telah padam total. Pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti timbulnya kebakaran. Namun, tidak menutup kemungkinan titik awal api dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error).


Guna memastikan situasi benar-benar steril, tim Manggala Agni dijadwalkan melakukan prosedur mapping-up (pendinginan area) pada Sabtu (8/8) mulai pukul 08.00 WITA, seraya terus memperkuat koordinasi bersama BTNGR Sembalun.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Kaki Gunung Rinjani

Trending Now