![]() |
| Kungker: Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto saat sambutan sebelum tanan dan panen raya bawang putih di Sembaulun (Foto: Rosyidin/MP). |
Apresiasi tersebut disampaikan Titiek saat menghadiri acara panen raya dan penanaman serentak bawang putih yang dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu.
"Kami apresiasi Polri khususnya Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional Polri. Termasuk juga ke Menteri Pertanian yang telah berhasil swasembada berbagai produk pangan," ujar Titiek Soeharto di sela-sela kegiatan panen raya di Lombok Timur.
Titiek menegaskan bahwa Komisi IV DPR RI siap memaksimalkan fungsi pengawasan di sektor pangan guna memastikan seluruh program kerja pemerintah berjalan tepat sasaran. Ia membeberkan catatan sejarah di mana Indonesia sebenarnya pernah mencapai kejayaan pangan mandiri untuk komoditas tersebut.
Pada tahun 1994, tanah air tercatat berhasil mencapai swasembada bawang putih. Namun, kondisi tersebut berbalik drastis hingga saat ini, di mana sekitar 90 persen kebutuhan nasional masih ketergantungan pada pasokan impor.
"Kita pernah swasembada, pertanyaannya l, kenapa sekarang tidak mampu lagi swasembada? Yang paling penting adalah kondisi sesuai dengan janji Presiden. Swasembada ini tidak bisa dilakukan satu pihak tapi perlu keterlibatan semua pihak sesuai peran masing-masing," tegas Titiek.
"Kegiatan tanam dan panen bawang putih merupakan bukti nyata dalam upaya mendukung agenda strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan," tambahnya.
Guna mengembalikan masa kejayaan tersebut, Titiek menekankan pentingnya komitmen penanaman bawang putih secara berkelanjutan di berbagai daerah potensial seluruh Indonesia, termasuk mengoptimalkan kawasan Sembalun yang secara historis merupakan sentra produksi utama.
Agenda panen raya dan penanaman serentak di Sembalun ini turut dihadiri oleh deretan pejabat tinggi negara, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Direktur Utama Bulog Rizal Ramdhani, Kapolda NTB Irjen Polisi Kalingga Rendra Raharja, serta Kapolsek Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha.
Langkah konkret Polri dalam mendukung program ketahanan pangan ini diwujudkan melalui penyediaan dan verifikasi potensi lahan seluas 2.593 hektare yang tersebar di wilayah hukum 17 Polda. Program lintas sektor ini memberdayakan sedikitnya 117 kelompok tani dengan melibatkan 2.257 petani lokal.
Dari total potensi tersebut, lahan seluas 927,6 hektare telah berhasil ditanami dengan estimasi proyeksi produksi mencapai 9.276 ton.
Sebagai bagian dari rangkaian acara di Lombok Timur, penanaman bawang putih juga dilakukan secara serentak di 14 wilayah Polda dengan mencakup luas lahan 279,5 hektare. Hasil penanaman serentak ini diproyeksikan mampu menyumbang produksi sekitar 2.795 ton bawang putih yang dijadwalkan panen pada kuartal IV 2026.
Adapun tiga Polda lainnya dijadwalkan akan menyusul proses penanaman menyesuaikan dengan kalender masa tanam di wilayah masing-masing.

