![]() |
| Santunan: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin santuni anak yatim saat menghadiri maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Belanting, (Foto: Istimewa/MP). |
Kehadiran Bupati dalam momentum tersebut tidak sekadar agenda seremonial, melainkan membawa dukungan nyata berupa bantuan finansial untuk pembangunan tempat ibadah serta penyaluran santunan bagi anak yatim. Dalam kunjungan tersebut, Bupati meresmikan fasilitas tempat wudhu di Masjid Nurul Yakin Rempung, sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Hidayah di Desa Belanting.
Di hadapan para jamaah, Bupati Haerul Warisin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang hingga kini masih menjaga teguh tradisi lokal suku Sasak dalam merayakan hari besar keagamaan.
"Tradisi menyajikan penganan menggunakan dulang dan tembolak beak adalah warisan budaya suku Sasak yang luar biasa. Saya berharap ciri khas dan kebudayaan ini terus kita jaga dan lestarikan bersama," ujar Haerul Warisin dalam sambutannya.
Bupati menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi maupun momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur tahun 2026 merupakan wahana untuk memperkuat rasa syukur dan kebersamaan. Kendati peringatan hari jadi daerah digelar secara sederhana, nilai sejarah di dalamnya menjadi pengingat atas capaian pembangunan yang telah dirasakan masyarakat saat ini.
Ke depan, Pemda Lombok Timur berkomitmen untuk memacu pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, sejalan dengan visi Lombok Timur yang Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan (SMART).
"Momentum ini adalah bentuk kesyukuran kita. Ke depan, perayaan Hari Jadi Lombok Timur akan kita buat lebih semarak dengan menghadirkan lebih banyak pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Terkait arah kebijakan pembangunan daerah, Bupati memaparkan bahwa pembenahan infrastruktur jalan masih menjadi salah satu program prioritas pada anggaran tahun 2027 mendatang. Kualitas jalan yang memadai dinilai menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Pembangunan jalan tetap menjadi fokus utama kita di tahun 2027. Kualitas konektivitas yang baik akan langsung mendongkrak perekonomian warga. Oleh karena itu, saya meminta masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi jalan rusak di wilayahnya kepada pihak desa atau kecamatan agar dapat kami tangani sesuai skala prioritas," tegas Bupati.
Guna menunjang infrastruktur jalan tersebut, Pemda Lombok Timur juga telah merancang program pencahayaan daerah dengan target pemasangan lampu jalan di 8.000 titik. Pemasangan penerangan jalan umum ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan ketertiban masyarakat sekaligus mengakselerasi potensi sektor pariwisata daerah.
Seluruh langkah strategis ini ditopang oleh Triple Agenda RPJMD Lombok Timur 2025–2030, yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan pengentasan ketimpangan sosial, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan serta penegakan regulasi, hingga peningkatan konektivitas ekonomi lokal.

