![]() |
| Digitalisasi: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, (Foto: Istimewa/MP). |
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, bersama Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, serta Regional Chief Executive Officer BSI Region XII, Muhammad Arif Gunawan.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan pentingnya komitmen nyata agar kerja sama yang dibangun tidak sekadar menjadi seremoni penandatanganan dokumen di atas kertas. Ia menginginkan adanya dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat dan tata kelola keuangan daerah.
"Kerja sama harus produktif, bermanfaat, dan menghasilkan hasil nyata, bukan hanya penandatanganan MoU yang tidak berkelanjutan," tegas Bupati Haerul Warisin.
Ia mendorong seluruh pihak terkait untuk duduk bersama dalam memetakan produk-produk BSI yang selaras dengan kebutuhan daerah. Menurutnya, kemitraan ini menjadi peluang besar bagi Pemkab Lombok Timur untuk mentransformasi manajemen keuangan daerah, khususnya dalam mendorong efisiensi dan digitalisasi.
"Melalui kerja sama dengan BSI, Pemkab Lombok Timur dapat belajar tentang manajemen keuangan, cara mengakses, dan digitalisasi keuangan, sehingga dapat menghindari kebocoran dalam pengelolaan keuangan daerah," tambahnya.
Bupati juga mengapresiasi BSI atas komitmennya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi, serta berharap sinergi penyaluran ZIS serupa dapat terjalin erat dengan Baznas maupun lembaga-lembaga vertikal di Lombok Timur.
Menanggapi hal tersebut, RCEO BSI Regional Office XII Surabaya Bali Nusra, Muhammad Arif Gunawan, menyambut hangat dan memastikan BSI siap hadir secara utuh untuk mendukung pilar-pilar pembangunan di Lombok Timur, seperti sektor kesehatan, pendidikan, dan peningkatan sumber daya manusia.
"Kerja sama ini tidak hanya sebagai hitam di atas putih, tetapi harus benar-benar diimplementasikan. Banyak hal yang bisa dialokasikan bersama untuk mendukung program-program di Lombok Timur," ujar Arif Gunawan.
Arif menambahkan bahwa BSI akan memperkuat integrasi ekosistem digital serta mengembangkan kolaborasi di bidang kesehatan masyarakat, termasuk pengembangan agen-agen kesehatan serta layanan kuratif dan preventif.
"Tim BSI akan berkomitmen memberikan yang terbaik dan menerjemahkan MoU ini melalui kerja sama teknis berikutnya. Kami percaya kolaborasi ini akan menghadirkan hasil yang berbeda," pungkasnya.
Penandatanganan kesepakatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, antara lain Kepala BPKAD, BKPSDM, Ketua Baznas Lombok Timur, Kepala Dinas Kesehatan, para direktur rumah sakit daerah, serta kepala Puskesmas se-Kabupaten Lombok Timur.

