Empat Santri MBS Selong Ukir Prestasi di Bupati Cup 2026, Borong Tiga Emas dan Satu Perak

Rosyidin S
Selasa, Oktober 13, 2026 | 20.27 WIB Last Updated 2026-10-13T12:27:10Z
Sang Juara: Para atlit pencak silat tapak suci Pondok Pesantren Muhammadiyah Bording School Selong, dari kiri ke kanan. Aldo Saputra, Robil, Aris dan Najma, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Kontingen Tapak Suci yang mewakili Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Selong mencatatkan prestasi gemilang pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Lombok Timur 2026 yang digelar di Sport Hall Selong belum lama ini.


Mengirimkan empat atlet santri, seluruh kontingen MBS Selong berhasil menyapu bersih medali dengan raihan tiga medali emas dan satu medali perak.


Tiga medali emas masing-masing diraih oleh Aldo Saputra (Kelas IP Remaja), Robil (Kelas H Putra Remaja), dan Najma (Kelas A Putri Remaja). Sementara itu, medali perak diraih oleh Aris (Kelas C Remaja), atlet santri yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).


Direktur Pondok Pesantren MBS Selong, TGH. M. Arhandika Rahman, Lc., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian luar biasa yang diukir para santri pada laga perdana mereka di tingkat kabupaten tersebut.


“Alhamdulillāh, kami sangat bersyukur dan turut berbangga atas capaian para santri Pondok Pesantren MBS Selong dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Lombok Timur. Keberhasilan Aldo cs meraih Juara I dengan medali emas, serta Aris yang memperoleh Juara II dengan medali perak, merupakan buah dari latihan yang sungguh-sungguh, disiplin, keberanian, dan tekad kuat untuk memberikan hasil terbaik,” ujar TGH. Arhandika, saat ditemui di Selong, Selasa (13/10).


Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa prestasi ini tidak sekadar diukur dari banyaknya medali, melainkan sebagai wujud pembentukan karakter santri yang berakhlak mulia.


“Bagi kami, prestasi ini bukan semata-mata tentang jumlah medali yang berhasil dibawa pulang. Lebih dari itu, pencapaian ini menunjukkan tumbuhnya karakter santri yang kuat, disiplin, percaya diri, sportif, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai akhlakul karimah. Pendidikan pesantren pada hakikatnya tidak hanya membentuk santri yang unggul secara akademik, tetapi juga menanamkan keteguhan iman, keluhuran akhlak, keberanian, serta kecakapan untuk berprestasi dalam berbagai bidang kehidupan,” tegasnya.


TGH. Arhandika juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung proses pembinaan santri dan berharap kemenangan ini tidak membuat para atlet cepat berpuas diri.


“Penghargaan dan terima kasih kami sampaikan kepada para santri, pelatih, pembina, ustadz dan ustadzah, serta para orang tua yang senantiasa membersamai proses ini melalui bimbingan, dukungan, dan doa. Kami berharap para santri tidak berhenti pada keberhasilan hari ini," ucapnya.


"Setiap kemenangan hendaknya menjadi momentum untuk semakin rendah hati, terus memperbaiki diri, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Berprestasi dengan kemampuan, mulia dengan akhlak, serta istiqamah dalam nilai-nilai Islam merupakan karakter yang ingin terus kami tumbuhkan,” tambahnya.


Sementara itu, peraih medali emas Kelas IP Remaja, Aldo Saputra, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas pencapaian tersebut. Bagi Aldo, ajang Bupati Cup Lombok Timur 2026 merupakan pengalaman pertamanya berlaga di kejuaraan resmi yang disaksikan ratusan penonton dari berbagai perguruan silat.


“Tentunya saya pribadi sebagai pesilat sangat bersyukur. Ini sangat-sangat berkesan bagi saya karena ini perdana saya turun di ajang Bupati Cup Lombok Timur. Sebelum-sebelumnya saya tidak pernah merasakan yang namanya bertanding di atas matras dengan begitu banyak penonton dan bersaing dengan banyak perguruan yang belum kita kenal. Perasaan saya terkait kejuaraan ini sangat memuaskan,” ungkap Aldo.


Aldo menceritakan, keberhasilan timnya memboyong pulang empat medali tidak lepas dari persiapan matang berupa pemusatan latihan fisik (training center) jauh sebelum turnamen digelar, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan pesantren.


“Sebelum open tournament ini dilaksanakan, jauh-jauh hari kami sudah menyiapkan persiapan untuk bertanding, seperti TC fisik. Kami sangat didukung dari segi pendaftaran oleh sekolah, disupport penuh, bahkan beberapa guru turun langsung menyaksikan kami dari babak awal, semifinal, hingga kami menjuarai kejuaraan ini. Kami sangat bangga dan berterima kasih atas support guru-guru yang memfasilitasi makan hingga biaya pendaftaran,” jelasnya.


Mengingat sebagian atlet yang bertanding saat ini sudah duduk di kelas XII, Aldo berharap adanya regenerasi atlet Tapak Suci di lingkungan Ponpes MBS Selong agar tradisi juara dapat terus berlanjut.


“Innsya Allah ke depannya kami selalu siap dan bersedia pasang badan. Namun berhubung sebagian dari kami sudah kelas 12, kami butuh regenerasi selanjutnya dari adik-adik kelas 7 hingga kelas 12 untuk terus melanjutkan tradisi menjadi atlet yang berprestasi,” ujarnya.


Menatap agenda mendatang, para atlet santri MBS Selong bersiap menyongsong sejumlah kejuaraan pencak silat tingkat daerah maupun wilayah, di antaranya ajang Champion Cup di Sport Hall Selong hingga Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Tapak Suci tingkat Provinsi NTB yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Sumbawa dalam waktu dekat ini.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Empat Santri MBS Selong Ukir Prestasi di Bupati Cup 2026, Borong Tiga Emas dan Satu Perak

Trending Now