Ikhtiar Menuju Universitas Muhammadiyah Lombok: ITKes Muhammadiyah Selong Kebut Gedung Rektorat dan Laboratorium Terpadu

Rosyidin S
Minggu, Oktober 18, 2026 | 20.44 WIB Last Updated 2026-10-18T12:53:05Z
Gedung: Pembangunan gedung rektorat ITKes Muhammadiyah Selong, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com— Pimpinan dan civitas akademika Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITKes) Muhammadiyah Selong terus memacu ikhtiar pengembangan sarana dan prasarana kampus. Memasuki bulan ketiga sejak peletakan batu pertama oleh pimpinan majelis dan pimpinan pusat, pembangunan Gedung Rektorat ITKes Muhammadiyah Selong kini telah mencapai progres 58,1 persen.


Langkah akselerasi ini dilakukan tidak hanya untuk melengkapi fasilitas penunjang civitas akademika, tetapi juga sebagai bagian dari persiapan fundamental transisi kelembagaan menuju Universitas Muhammadiyah Lombok (UML).


Gedung rektorat bertingkat tiga tersebut dirancang megah dan representatif, menyerupai arsitektur perkantoran modern dengan penataan lanskap yang matang. Pihak kampus menargetkan seluruh pekerjaan fisik dan pembenahan ruang rampung penuh agar dapat diresmikan secara resmi pada tanggal 11 Januari 2027 mendatang.


Peresmian tersebut direncanakan berlangsung berbarengan dengan agenda peresmian Rumah Sakit Muhammadiyah di Sikur, Lombok Timur oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.


Rektor ITKes Muhammadiyah Selong, Dr. H. Moh. Juhad, M.AP menegaskan bahwa keberadaan gedung baru dan pemenuhan laboratorium keahlian merupakan manifestasi komitmen Muhammadiyah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkemajuan, berkarakter, serta siap berkhidmat untuk masyarakat.


"Alhamdulillah, sejak peletakan batu pertama yang dihadiri pimpinan pusat, progresnya sangat cepat. Hari ini tepat tiga bulan satu hari, pengerjaan fisik sudah mencapai 58,1 persen. Bagaimanapun ini harus kita kejar sebagai daya pikat calon mahasiswa baru dan bentuk keseriusan kita. InsyaAllah, tanggal 11 Januari 2027 mendatang gedung ini siap kita resmikan bersamaan dengan Rumah Sakit Muhammadiyah," ujar Dr. H. Juhad saat ditemui di Selong belum lama ini.


Dalam menopang mutu akademik dan kebutuhan praktik mahasiswa, gedung baru ini dirancang lengkap dengan laboratorium terpadu untuk berbagai program studi unggulan, mulai dari Bisnis Digital, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kesehatan, Hukum Bisnis (Pengadilan Semu), hingga Akuntansi.


"Fasilitas-fasilitas ini terus kita lengkapi agar mahasiswa dapat melaksanakan praktik dengan optimal. Goal kita adalah melahirkan SDM yang berkualitas, unggul secara keilmuan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan di tengah-tengah umat," tegasnya.


Pembangunan gedung rektorat bernilai anggaran Rp5 miliar tersebut sepenuhnya bersumber dari pembiayaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta skema pembiayaan persyarikatan lainnya. Pola gotong royong dan kemandirian ini menjadi ciri khas persyarikatan dalam memajukan amal usaha tanpa membebani calon peserta didik secara berlebihan.


Di sisi lain, proses perubahan bentuk menuju Universitas Muhammadiyah Lombok kini telah memasuki tahap krusial pada sistem SIAGA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Setelah melalui tahap penilaian asesor, kampus saat ini bersiap menyambut visitasi lapangan (verifikasi faktual) yang diperkirakan berlangsung pada Desember mendatang.


"Tim asesor telah melakukan penilaian. Jika tidak ada halangan, bulan Desember ini tim dari kementerian akan turun langsung melakukan verifikasi lapangan untuk melihat kesiapan fisik, gedung rektorat, laboratorium, ruang administrasi, hingga keterwakilan lanskap kampus. Kita optimis dan berdoa agar izin operasional Universitas Muhammadiyah Lombok dapat terbit di tahun 2027," Dr. H. Juhad menambahkan.


Persyaratan program studi pendukung sebagai syarat utama kualifikasi universitas juga telah terpenuhi, meliputi program Kesehatan, Bisnis Digital (S1), Informatika, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).


Menanggapi dinamika penerimaan mahasiswa baru di mana terjadi penurunan tren lulusan SMA/SMK secara umum di NTB pada tahun ini, pihak kampus tetap optimis. Dengan populasi Lombok Timur yang merupakan basis terbesar di NTB, ITKes Muhammadiyah Selong terus membuka gelombang pendaftaran dan optimis memenuhi target pendaftaran mahasiswa baru.


"Pekerjaan besar ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan persyarikatan dan kemajuan umat. InsyaAllah, jika sarana dan prasarana kita sudah siap dan unggul, masyarakat akan melihat komitmen nyata Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang mencerdaskan dan memajukan bangsa," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ikhtiar Menuju Universitas Muhammadiyah Lombok: ITKes Muhammadiyah Selong Kebut Gedung Rektorat dan Laboratorium Terpadu

Trending Now