Jalur Rawan Bukit Pergasingan Dikeluhkan Pendaki, Pengelola Siapkan Perbaikan Fasilitas

Rosyidin S
Minggu, Oktober 18, 2026 | 20.36 WIB Last Updated 2026-10-18T12:36:31Z
Destinasi: Wisatawan mancanegara saat menikmati sun rice dari Bukit Pergasingan, (Foto: Istimewa MP).

MANDALIKAPOST.com — Pengelolaan kawasan wisata alam Bukit Pergasingan di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mendapat sorotan dari para pendaki. Kendati sistem pengelolaan kebersihan dan pemungutan deposit sampah dinilai sangat efektif, aspek keselamatan jalur pendakian (trekking) masih menyisakan celah bahaya yang dinilai krusial.


Keluhan tersebut disampaikan oleh Haerudin (60) seorang wisatawan asal Selong yang rutin mendaki Bukit Pergasingan. Menurutnya, terdapat satu titik rawan yang sangat membahayakan keselamatan pengunjung, tepatnya di kisaran 700 meter dari titik awal pendakian.


"Di sana ada batu besar sangat menonjol dan tidak ada jalur alternatif. Dulunya ada tangga kayu, tapi sekarang sudah lebur dan tidak ada upaya perbaikan," ujar Haerudin saat ditemui di kawasan Bukit Pergasingan, Sabtu (17/10) kemarin.


Ia menilai ketiadaan sarana pendukung yang aman memaksa para pendaki meraba dan mencari jejak sendiri. Hal ini memicu risiko cedera fatal, terutama bagi rombongan wisatawan luar daerah yang kerap datang dalam jumlah besar.


"Salah injak sedikit bisa cedera kita. Saya lihat pengunjung dari luar daerah datang rombongan 20 sampai 30 orang, itu sangat berbahaya di titik tersebut. Harusnya pengelola atau pemerintah daerah buatkan tangga permanen atau jalur alternatif yang lebih safety," tegasnya.


Meski mengkritik keandalan sarana keselamatan jalur, pria asal Lombok Timur yang mengaku sudah lebih dari lima kali mendaki Pergasingan ini mengapresiasi terobosan pengelolaan sampah di lokasi tersebut. Dibandingkan bukit-bukit lain di sekitarnya, Bukit Pergasingan dinilai jauh lebih bersih berkat penerapan sistem deposit sampah.


"Sebelum ada sistem deposit sampah itu sangat amburadul. Banyak wisatawan yang menggerutu, 'kita naik ini bayar loh, tapi kok kotor?' Nah, sekarang berbeda, alhamdulillah sudah bagus dan luar biasa. Pengelolaan kebersihan ini best practice yang perlu ditiru bukit lain," ungkap Haerudin.


Lebih jauh, Haerudin menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, khususnya Dinas Pariwisata, yang dinilai kurang responsif dalam mendukung infrastruktur serta optimalisasi potensi pariwisata Sembalun. Padahal, arus kunjungan wisatawan tiap akhir pekan diperkirakan mencapai puluhan ribu kendaraan yang membawa dampak ekonomi signifikan bagi warga lokal.


Ia menekankan bahwa potensi alam yang melimpah ini merupakan anugerah yang harus dirawat secara serius oleh pemangku kebijakan, bukan sekadar dibiarkan berjalan tanpa sentuhan penataan.


"Dinas Pariwisata jangan hanya dinasnya saja yang ada, tapi kerjanya mana dong? Hal-hal yang sudah ada tinggal dipoles dan dimodifikasi," cetusnya.


Ia juga menambahkan bahwa berwisata kini telah menjadi kebutuhan primer masyarakat modern untuk rekreasi sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental.


"Ke gunung atau bukit sekarang ini modal murah meriah, datang pusing pulang segar. Kebetulan saya mengidap penyakit diabetes, kalau di gunung itu rasanya bisa hilang dan segar lagi. Potensi ini kan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah, jadi tunjukkan kontribusi riil dari pemerintah," pintanya.


Menanggapi keluhan dan masukan dari para pengunjung, Ketua Pengelola Bukit Pergasingan, Royal Sembahulun, menegaskan bahwa pihak pengelola telah memetakan sejumlah titik rawan dan tengah merencanakan perbaikan fasilitas secara menyeluruh.


"Kita sedang merencanakan perbaikan fasilitas dan trek yang sulit itu sudah kita ukur semua. Namun, kami masih menunggu tenaga ahli yang memang kompeten dalam pengerjaannya agar hasilnya bagus dan bisa tahan lama," terang Royal Sembahulun.


Royal menambahkan, untuk merealisasikan pembenahan sarana dan prasarana pendakian tersebut, pihaknya saat ini tengah menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga lokal.


"Selain itu, kita juga sedang bekerja sama dengan Eiger bersama Sembalun Foundation untuk menggarap beberapa fasilitas pendukung. Namun, pengerjaannya memang dilakukan secara bertahap," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jalur Rawan Bukit Pergasingan Dikeluhkan Pendaki, Pengelola Siapkan Perbaikan Fasilitas

Trending Now