![]() |
| gota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar |
MANDALIKAPOST.com— Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar mendorong lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) mempersiapkan diri untuk memanfaatkan peluang kerja di luar negeri melalui penguatan program SMK Go Global.
Dorongan tersebut disampaikan Muazzim saat sosialisasi program SMK Go Global di SMK Negeri 3 Mataram, Senin (12/10/2026). Program ini bertujuan memperluas wawasan siswa mengenai kesempatan bekerja dan mengikuti program magang di pasar kerja internasional.
Muazzim Akbar mengatakan, siswa SMK perlu mendapatkan informasi sejak dini mengenai peluang kerja di berbagai negara. Dengan demikian, mereka dapat menentukan arah karier sekaligus mempersiapkan keterampilan yang dibutuhkan setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, lulusan SMK memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di sejumlah negara tujuan pekerja Indonesia, seperti Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Malaysia.
“Setelah mendapatkan edukasi seperti ini, anak-anak bisa mengetahui pilihan mereka setelah tamat SMK. Mereka bisa menentukan apakah ingin bekerja ke Korea, Jepang, Hong Kong, dan sebagainya,” ujar Muazzim.
Ia menilai, pengenalan peluang kerja internasional menjadi langkah penting agar siswa memahami kebutuhan dunia industri dan mampu menyesuaikan kompetensi dengan persyaratan yang berlaku di negara tujuan.
Karena itu, Muazzim mendorong adanya kolaborasi antara sekolah dan pemerintah daerah untuk mempersiapkan lulusan SMK yang memiliki keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, serta sertifikasi sesuai bidang pekerjaan yang diminati.
Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi modal penting bagi lulusan SMK untuk bersaing mendapatkan kesempatan kerja di tingkat internasional.
Malaysia Masih Diminati Pekerja Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Muazzim juga menyoroti Malaysia yang masih menjadi salah satu tujuan bekerja bagi masyarakat Indonesia.
Kedekatan bahasa dan kemudahan beradaptasi menjadi faktor yang membuat Malaysia diminati calon pekerja. Selain itu, skema pemberangkatan tanpa biaya atau zero cost pada jalur tertentu juga menjadi pertimbangan dalam memilih negara tujuan.
Meski demikian, ia mendorong siswa SMK untuk mengenali berbagai alternatif negara tujuan yang membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan tertentu.
Dengan informasi yang memadai, para siswa diharapkan dapat mempertimbangkan peluang kerja berdasarkan kompetensi, persyaratan, serta kesiapan masing-masing.
Kompetensi Jadi Bekal Bersaing
Muazzim menegaskan, penguatan program SMK Go Global perlu diikuti dengan persiapan yang terarah.
Sekolah diharapkan dapat mengembangkan pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk peningkatan kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dan pemahaman mengenai prosedur bekerja di luar negeri.
Selain kompetensi, aspek keamanan dan kepatuhan terhadap prosedur penempatan pekerja migran Indonesia juga perlu menjadi perhatian. Dengan begitu, siswa tidak hanya memahami peluang yang tersedia, tetapi juga mengetahui jalur penempatan yang resmi dan sesuai ketentuan.
Melalui sosialisasi ini, Muazzim berharap siswa SMK mulai merencanakan masa depan sejak bangku sekolah dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk mengembangkan karier.
Program SMK Go Global diharapkan mampu memperluas akses lulusan pendidikan vokasi ke pasar kerja internasional sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

