Iklan

Penularan Lokal Corona Meningkat di NTB, Masyarakat Diminta Lebih Disiplin

MandalikaPost.com
Minggu, Mei 31, 2020 | 00:00 WIB Last Updated 2020-05-30T17:00:29Z
Kadikes NTB, dr Nurhandini Eka Dewi. 

MATARAM - Penularan transmisi lokal corona di wilayah NTB terus meningkat, mendorong trend penambahan jumlah kasus baru yang juga tercatat meningkat dalam sepekan terakhir.

Pada Sabtu (30/5) dari sebanyak 375 speciemen yang diperiksa, tercatat sebanyak 42 kasus positif baru di NTB.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi menekankan, hal ini harus menjadi perhatian semua pihak untuk lebih waspada. Dan, masyarakat diminta untuk lebih disiplin dalam mentaati protokol Covid-19 seperti yang dianjurkan pemerintah.

"Peningkatan jumlah kasus di minggu ini kita lihat angkanya masih puluhan tiap hari, jauh dari harapan. Dan yang menjadi catatan kita bersama, saat ini penularan generasi kedua dan ketiga atau transmisi lokal sudah lebih banyak dari penularan pembawa virusnya (klaster). Ini menjadi catatan bahwa semua warga NTB harus lebih waspada dan disiplin dengan protokol Covid-19," kata Eka, dalam video yang dipublish Dinas Kominfotik NTB, Sabtu malam (30/5).

BACA JUGA : Update Covid-19 NTB, 636 Positif, 291 Sembuh, 11 Meninggal

Menurut Eka, penularan transmisi lokal saat ini sudah lebih banyak dibanding penularan klaster, dengan rasio 56 % banding 44 %.

Transmisi lokal masih terjadi terutama di daerah yang sudah ditetapkan sebagai daerah dengan transmisi lokal, yakni Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur. Per hari Sabtu (30/5), Lombok Tengah juga sudah ditemukan penularan transmisi lokal.

"Artinya perlu diingatkan seluruh masyarakat Lombok agar lebih waspada dan melakukan upaya-upaya pencegahan. Lebih baik mencegah daripada mengobati," katanya.

Eka menjelaskan, secara umum rata-rata pasien corona di NTB bisa dinyatakan sembuh setelah melewati masa perawatan yang setidaknya memakan waktu hingga 18 hari. Penyakit ini memang tanpa gejala bagi orang yang kondisi fisiknya sehat, namun lambat laun akan ada gejalanya.

"Resikonya juga akan semakin meningkat bagi mereka yang ada penyakit akut bawaan seperti hipertensi, jantung, diabetes, asma dan lainnya. Jadi sekali lagi, lebih baik mencegah, jangan sampai tertular. Tetap mencuci tangan dengan sabun setiap kali usai beraktivitas, selalu jaga jarak minimal 1,5 meter, dan wajib gunakan masker saat bepergian," katanya.

Gambaran Potensi Kasus Baru

Saat ini berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Covid-19 NTB, secara komulatif di NTB tercatat sebanyak 636 kasus positif. Dari jumlah tersebut sebanyak 291 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 11 orang meninggal dunia. Sehingga, saat ini yang masih dirawat di RS rujukan dan RS Darurat masih sebanyak 334 orang.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nurhandini Eka Dewi mengakui prosentase angka kesembuhan di NTB cukup baik berada di angka 45,8% dari jumlah komulatif pasien corona. Sementara angka fatalitas hanya berkisar 1,7%.

Namun, potensi bertambahnya kasus baru corona masih akan menjadi ancaman jika masyarakat tidak disiplin mentaati protokol Covid-19.

"Masyarakat kita harapkan benar-benar disiplin, hindari kerumunan dan tempat yang berpotensi terjadi kerumunan orang, seperti di pasar. Dan yang paling penting upayakan lebih banyak di rumah saja," katanya.

Eka menambahkan, belakangan ada semacam ketakutan masyarakat jika daerah tinggalnya ditemukan pasien positif corona.

Terkait hal ini ia berharap agar masyarakat tak perlu terlalu panik dan phobia, apalagi menjatuhkan stigma negatif dan mengucilkan orang yang kebetulan tertular Covdi-19.

"Karena ini bukan penyakit aib. Tidak ada orang yang mau kena. Tapi kalau memang sudah berupaya mencegah dengan melaksanakan protokol, dan karena resiko pekerjaan kita terkena, mari ikuti SOP kita rawat dan isolasi untuk penyembuhannya," katanya.

Data Gugus Tugas Covid-19 NTB menyebutkan, pada sehari Sabtu (30/5) saja, NTB mencatat penambahan 95 orang tanpa gejala (OTG) yang didapat dari hasil tracing contact pasien positif.

Secara komulatif sejak Februari, jumlah OTG tercatat di NTB sebanyak 6.028 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 2.201 OTG masih dalam pemantauan, sisanya sudah selesai pemantauan.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 27 orang pada Sabtu (30/5). Secara komulatif sejak Februari jumlah ODP tercatat sebanyak 5.586 orang. Namun dari jumlah tersebut sebagian besar sudah selesai pemantauan, dan yang masih dalam pemantauan tercatat sebanyak 238 orang.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 29 orang pada Sabtu (30/5). Secara komulatif sejak Februari jumlah PDP di NTB tercatat sebanyak 1.223 orang, dan yang masih dalam pengawasan tercatat sebanyak 558 orang.

Sehingga secara keseluruhan jumlah OTG, ODP dan PDP di NTB per Sabtu (30/5) masih tercatat sebanyak 2.997 orang, terdiri dari 2.201 OTG, 238 ODP, dan 558 PDP.

Kelompok OTG, ODP dan PDP merupakan kelompok berisiko sebagai penyumbang kasus positif corona. Kepada mereka dilakukan Rapid Test Diagnotic (RDT) sebanyak dua kali, dan dilanjutkan ke pemeriksaan spesiemen swab di laboratorium jika hasil RDT menunjukan reaktif dua kali.

Pada Sabtu (30/5) dari jumlah 375 swab yang diperiksa ditemukan 42 kasus positif corona. Atau rasionya sebesar 11,2%.

Jika mengacu pada rasio 11,2% seperti hari ini, maka bisa didapat gambaran masih berpotensi jumlah kasus positif di NTB bertambah sebanyak 335 kasus baru, dari sekitar 2.997 swab yang diperiksa di laboratorium.

Jumlah tersebut bisa semakin bertambah jika jumlah kelompok berisiko OTG, ODP, dan PDP masih terus bertambah.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penularan Lokal Corona Meningkat di NTB, Masyarakat Diminta Lebih Disiplin

Trending Now

Iklan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, 

pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online