Misteri Hilangnya Balita di Sembalun Terjawab, Jasad Muhammad Rapip Ditemukan di Bendungan Kekoro

Rosyidin S
Rabu, Maret 11, 2026 | 20.36 WIB Last Updated 2026-03-11T12:36:13Z
Suasana di rumah duka seorang bocah 2,5 tahun yang hilang di Sembalun empat hari lalu, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOS.com – Kabar duka menyelimuti lembah Rinjani. Setelah tiga hari pencarian intensif yang menguras energi dan emosi, Muhammad Rapip Saki, balita berusia 2,5 tahun yang hilang misterius sejak Minggu (8/3), akhirnya ditemukan.


Namun, harapan keluarga untuk melihat sang buah hati pulang dengan selamat pupus setelah jasad korban ditemukan mengapung di aliran sungai Bendungan Kekoro, Desa Sembalun Timba Gading, Rabu (11/3) sore.


Penemuan jasad korban bermula saat empat remaja setempat, Hekal (17), Figal (16), Agun (15), dan Dimas (17), berniat mandi di sungai sekitar pukul 15.30 WITA. Namun, keceriaan sore itu seketika berubah menjadi trauma mendalam.


"Awalnya kami mengira itu boneka yang hanyut karena kondisinya sudah membengkak. Namun, setelah kami dekati untuk memastikan, ternyata itu jasad anak kecil. Kami semua gemetar dan langsung lari mencari bantuan," ungkap Hekal dengan suara yang masih menyiratkan sisa ketakutan.


Mendengar kabar tersebut, Amaq Merli, ayah korban yang selama tiga hari terakhir nyaris tidak tidur demi mencari putranya, langsung bergegas ke lokasi. Dengan tangan gemetar, ia mengevakuasi sendiri jasad sang buah hati menuju rumah duka di Dusun Dasan Kodarat.


Pihak Kepolisian Sektor Sembalun bersama tim medis segera tiba di rumah duka. Meski prosedur kepolisian menyarankan adanya pemeriksaan lebih lanjut, pihak keluarga memilih untuk memakamkan korban dengan segera.


Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, saat dikonfirmasi via WhatsApp, menyatakan rasa belasungkawa yang mendalam atas kejadian ini.


"Keluarga korban menolak dilakukan tindakan visum maupun autopsi. Mereka telah mengikhlaskan kejadian ini dan menganggapnya sebagai musibah murni. Kami menghormati keputusan keluarga di tengah masa sulit ini," ujar IPTU Lalu Subadri.


Kapolsek juga menambahkan bahwa kondisi medan memang menjadi tantangan terberat selama pencarian.


"Derasnya arus sungai dan kontur wilayah yang luas membuat pencarian ini sangat menantang. Kami mengimbau para orang tua untuk ekstra waspada. Jangan biarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di dekat area berbahaya seperti sungai agar tragedi serupa tidak terulang," tegasnya.


Peristiwa memilukan ini berawal pada Minggu (8/3) pagi. Muhammad Rapip dilaporkan hilang saat sedang bermain di depan rumahnya yang hanya berjarak 10 meter dari bibir sungai. Ibu korban sempat meninggalkan sang anak sekitar 7 menit, namun saat kembali, sang anak sudah hilang bak ditelan bumi.


"Korban langsung dimakamkan ditempat pemakaman umum desa Sembalun Lawang sore hari (hari ini-red)," imbuh IPTU Lalu Subadri.

Evakuasi: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban, (Foto: Istimewa/MP).

Kepala Kantor SAR Mataram melalui Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, A.Md, menjelaskan bahwa lokasi penemuan menunjukkan betapa jauhnya korban terseret arus.


"Jasad korban ditemukan sekitar 3 kilometer ke arah barat dari titik awal perkiraan hilangnya korban. Ini menunjukkan kuatnya arus sungai saat kejadian. Selama tiga hari, tim gabungan telah menyisir radius hingga empat kilometer, dan sore ini akhirnya titik terang ditemukan, meski dengan kabar yang menyedihkan," jelas Darwis.


Operasi pencarian ini melibatkan personel gabungan berskala besar, mulai dari Tim Rescue Kantor SAR Mataram, TNI/Polri, BPBD, hingga ratusan relawan dan warga setempat yang bahu-membahu menyisir tebing dan aliran sungai.


"Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Satpol PP, Damkarmat, Tagana, hingga para relawan desa. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup. Doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan," tutup Darwis.


Kini, Dusun Dasan Kodarat dilingkupi suasana hening. Kepergian Muhammad Rapip menjadi pengingat pahit bagi warga Sembalun akan pentingnya pengawasan ketat terhadap buah hati di tengah lingkungan alam yang terkadang tak terduga.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Misteri Hilangnya Balita di Sembalun Terjawab, Jasad Muhammad Rapip Ditemukan di Bendungan Kekoro

Trending Now