Bukit Sempana Sembalun Terbakar, 25 Pendaki Dievakuasi Darurat Akibat Kobaran Api dan Medan Terjal

Rosyidin S
Selasa, Juni 09, 2026 | 21.03 WIB Last Updated 2026-06-09T13:03:44Z
Peristiwa: Seorang pengelola berusaha memadamkan api di padang savana Bukit Sempana. (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Kawasan wisata alam Bukit Sempana di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa (9/6/2026).


Akibat peristiwa ini, aktivitas pariwisata di jalur pendakian tersebut lumpuh sesaat setelah petugas bergegas mengevakuasi puluhan wisatawan yang tengah berkemah di atas bukit.


Kebakaran dilaporkan terjadi pada sore hari, dengan titik api yang terus membesar menjelang malam. Jarak kebakaran yang sangat dekat dengan area perkemahan memaksa otoritas terkait mengambil tindakan penyelamatan cepat guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.


Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, membenarkan adanya peristiwa kebakaran dan upaya pengamanan di salah satu destinasi wisata favorit para pendaki tersebut.


"Pada hari Selasa, 9 Juni 2026 sekitar pukul 18.30 WITA, berdasarkan informasi dari petugas KPH Rinjani Timur, telah terjadi karhutla di kawasan Bukit Sempana. Adapun lokasi karhutla tersebut jaraknya kurang lebih 500 meter dari lokasi camping yang sering dikunjungi oleh para pendaki," ujar IPTU Lalu Subadri saat dikonfirmasi, Selasa malam.


Ia menambahkan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah menyelamatkan para wisatawan yang terjebak di sekitar lokasi kebakaran.


"Saat ini Pengelola Bukit Sempana bersama petugas KPH Rinjani Timur sedang melakukan evakuasi terhadap para pengunjung Bukit Sempana sebanyak 25 orang menuju ke Pos 1 agar aman dan tidak terkena dampak dari kebakaran tersebut," jelas Kapolsek dalam laporan awalnya.


Hingga berita ini diturunkan, kobaran api masih belum dapat dikendalikan. Kombinasi antara hembusan angin kencang di atas bukit dan topografi yang curam menjadi pembatas utama pergerakan tim penyelamat di lapangan.


Kepala Resort KPH Rinjani Timur Sembalun, Supandi, menyatakan bahwa pihaknya masih terus memantau situasi di bawah, sembari memastikan keselamatan sisa pengunjung yang berada di atas bukit.


"Benar ada kebakaran di Bukit Sempana. Untuk saat ini kami masih fokus untuk mengevakuasi puluhan orang pengunjung yang berkemah di Bukit Sempana, Sembalun," ungkap Supandi.


Ketika ditanya mengenai asal-usul titik api, pihak KPH mengaku belum bisa memberikan keterangan pasti karena tim belum dapat menjangkau pusat kebakaran akibat risiko medan yang terlalu tinggi di malam hari.


"Kami belum sampai di sana, jadi kami belum berani memastikan titik apinya dari mana, apa lagi luas are yang terbakar. Fokus untuk malam ini, kita amankan yang ada di atas. Untuk upaya pemadaman, besok pagi baru bisa kita lakukan karena medannya terjal dan ekstrem. Kita tidak berani melakukan pemadaman malam hari, karena berisiko dan cuaca saat ini dingin sekali," tambahnya.


Berdasarkan informasi internal, tanda-tanda kebakaran sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak sore hari, namun belum terpantau oleh sistem aplikasi pemantau titik api (hotspot).


"Kami dapat informasi sekitar jam 3 sore (pukul 15.00 WITA) itu belum muncul di aplikasi, artinya baru-baru ini munculnya. Tapi sekarang sudah kelihatan jelas dari bawah," kata pihak KPH Sembalun menandaskan.


Hingga saat ini, pihak Kepolisian Sektor Sembalun bersama Anggota KPH Rinjani Timur masih dalam posisi siaga dan berkoordinasi di Kantor KPH Rinjani Timur untuk memantau pergerakan api.


Sementara itu, total luas area hutan yang terbakar serta penyebab pasti dari munculnya api masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukit Sempana Sembalun Terbakar, 25 Pendaki Dievakuasi Darurat Akibat Kobaran Api dan Medan Terjal

Trending Now