Putri Maya Rumanti: Saya Datang ke Lombok Tidak Membuat Keributan

MandalikaPost.com
Jumat, Juli 24, 2026 | 18.54 WIB Last Updated 2026-07-24T10:54:39Z

 

Putri Maya Rumanti bersama Hotman Paris Hutapea.

REPORTER : ABDUL RAHIM 

MANDALIKAPOST.com  – Anggota Tim Hotman Paris 911, Putri Maya Rumanti, membantah berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya usai aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan kantor Tim Hotman Paris 911 (Law Firm Puri & Partners Hotman 911) di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, Jumat 24 Juli 2026.


‎Dalam keterangannya kepada Mandalika Post melalui sambungan telepon, Putri menegaskan dirinya datang ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memberikan pendampingan hukum, bukan untuk menciptakan kegaduhan ataupun menghina masyarakat dan tokoh daerah.



‎"Saya datang ke Lombok tidak membuat keributan, tidak menghina siapa pun. Saya tidak menyudutkan siapa pun, termasuk tuan guru maupun Prof. Asikin," tegas Putri.


‎Ia juga membantah tudingan terkait penyaluran dana tali asih kepada korban musibah di Lombok Tengah yang sempat dipersoalkan sejumlah pihak.



‎Menurut Putri, persoalan tersebut sebenarnya telah selesai setelah dirinya bertemu langsung dengan keluarga korban di Jakarta.



‎"Saya sudah ketemu keluarga korban di Jakarta. Saya minta no rek mereka, tetapi mereka maunya menunggu saya datang ke Lombok. Kalau masalah itu sudah selesai, tapi sekarang dibesarkan-besarkan saja," ujarnya.



‎Terkait tudingan dirinya menantang maupun berbicara kasar melalui media sosial, Putri meminta agar persoalan itu dilihat secara utuh.



‎"Soal menantang, tanyakan dulu sama dia. Siapa yang bicara kasar duluan? Siapa yang menantang duluan?" katanya.



Mengenai laporan yang akan diajukan ke Polda NTB, Putri menilai hal itu merupakan hak setiap warga negara.



‎"Dilaporkan ke Polda, tidak apa-apa. Itu hak setiap orang," ucapnya.



‎Putri juga membantah kabar yang menyebut kantor Tim Hotman Paris 911 di Mataram telah disegel.



‎"Tidak ada kantor yang disegel di Mataram," tegasnya.



‎Saat ditanya mengenai kemungkinan melaporkan balik pihak-pihak yang melakukan aksi, Putri mengaku belum mengambil keputusan.



‎"Saya lihat dulu apakah mereka penting buat saya. Waktu saya juga sangat sibuk sekarang. Pokoknya kalau berdiri di atas kebenaran tidak perlu takut," pungkasnya.


‎Sebelumnya, sejumlah aktivis yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Tim Hotman Paris 911 di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram.



‎Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan dan kritik terhadap aktivitas Tim Hotman Paris 911 di NTB.


Mereka menilai keberadaan tim tersebut telah menimbulkan polemik di tengah masyarakat serta mempertanyakan penyaluran dana tali asih bagi para santri korban musibah di Lombok Tengah.



‎Massa juga menyoroti unggahan media sosial yang diduga dibuat oleh Putri Maya Rumanti dan menilai unggahan tersebut bernada provokatif serta menyinggung sejumlah tokoh di NTB.



‎Ketua Forum Rakyat Bersatu, Eko Rahady, mengatakan aksi itu dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat agar situasi di NTB tetap kondusif.



‎Usai aksi, dilakukan dialog antara perwakilan massa, aparat kepolisian, pengurus lingkungan, dan pihak terkait.


Warga Komplek Sriwijaya juga menyerahkan hasil musyawarah yang berisi keberatan atas penggunaan rumah di kawasan tersebut sebagai kantor karena dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.



‎Hingga berita ini diterbitkan, polemik tersebut masih terus bergulir. Kedua belah pihak sama-sama menyampaikan pandangannya kepada publik dan belum ada proses hukum yang berkekuatan hukum tetap terkait berbagai tudingan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Putri Maya Rumanti: Saya Datang ke Lombok Tidak Membuat Keributan

Trending Now