![]() |
| Pengunjung: Kondisi par pengunjung bukit Sempana yang berhasil di evakuasi malam ini dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. (Foto: Istimewa/MP). |
Merespons situasi tersebut, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi di Kantor Resort Sembalun Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Wilayah II Rinjani Timur untuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi para pengunjung.
Kepala Balai KPH Wilayah II (d/h KPH Rinjani Timur), Dadan Kuswardhana, S.Hut., mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim ke lapangan dan menunjuk Kepala Seksi PHKSDAE Balai KPH Wilayah II, Lalu Iskandar, SP., sebagai koordinator lapangan pengendalian karhutla.
Menurut Dadan, api menyebar dengan sangat cepat karena kondisi bahan bakar di permukaan savana berupa alang-alang yang sangat kering akibat cuaca panas belakangan ini. Ditambah lagi, wilayah tersebut sudah setahun terakhir tidak mengalami kebakaran.
"Kondisi keterangannya itu sangat terjal, sebaran alang-alang ada di tebing-tebing dengan kemiringan lereng di atas 40 persen. Proses menuju titik api pun tidak mudah, apalagi upaya pengendalian," ujar Dadan Kuswardhana saat menjelaskan situasi medan digital malam ini.
Dadan menambahkan, tim di lapangan terpaksa menggunakan peralatan terbatas seperti ranting pohon untuk membuat ilaran atau sekat bakar guna mengisolasi api. Namun, faktor keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama karena arah angin di atas bukit terus berubah-ubah.
Berdasarkan pantauan visual malam ini, luasan area yang terdampak diperkirakan bisa melampaui 10 hektar.
"Kalau intensitas alang-alang ini kan durasi pembakarannya tidak lama di satu lokasi, paling tinggi terlihat berkobar itu satu hektar lalu padam. Tapi karena angin, posisi apinya berpindah-pindah. Total yang terbakar bisa mencapai lebih dari 10 hektar dengan kondisi malam ini," jelasnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum dapat teridentifikasi. Titik awal api terpantau berada di punggungan bukit yang berbeda, berjarak sekitar 500 meter dari area perkemahan (ground camping).
"Apakah karena kelalaian manusia atau faktor alam, belum teridentifikasi. Kami belum bisa menjustifikasi, namun tim pengamanan besok pagi akan turun langsung memantau dan mengkoordinasikan penanganan lebih lanjut," tambah Dadan.
Sementara itu, fokus utama malam ini diarahkan pada keselamatan para wisatawan yang tengah berkemah di Bukit Sempana. Pihak pengelola bersama tim KPA dan KPH bergerak cepat menyisir area puncak setelah menerima laporan adanya pengunjung yang mengalami kelelahan akibat kepungan asap.
Pihak pengelola Bukit Sempana, Budi, menyatakan bahwa proses evakuasi dilakukan secara menyeluruh dan tidak ada satu pun pengunjung yang diizinkan bertahan di area perkemahan.
![]() |
| Taim gabung memantau pergerakan api di bukit sempana dari pos Resort Sembalun. (Foto: Istimewa/MP). |
Budi menjelaskan bahwa para pengunjung yang dievakuasi merupakan wisatawan lokal yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Lombok, seperti Lombok Utara dan Lombok Barat. Ia pun memastikan seluruh proses evakuasi berjalan lancar tanpa adanya korban jiwa.
"Alhamdulillah para pengunjung semuanya selamat, tidak ada yang menjadi korban akibat amukan api. Semuanya dalam keadaan baik-baik dan sehat," pungkas Budi lega.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari unsur Pengelola, KPH, TNI, Polri, Dalkarhutla, serta bantuan personel yang sedang merapat dari Mataram, tetap bersiaga di Resort Sembalun.
Tim memutuskan untuk menunda pergerakan ke atas bukit pada malam hari demi keselamatan, sembari terus memetakan arah pergerakan api guna melakukan eksekusi pemadaman total pada esok pagi.


