MANDALIKAPOST.com - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi mengukuhkan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 seraya menegaskan pentingnya menjaga kredibilitas dan muruah penyelenggaraan kompetisi tersebut di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Lombok Tengah, Selasa (9/6).
Prosesi pengukuhan ini ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan secara langsung oleh Gubernur NTB, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar yang dipimpin oleh Ketua Dewan Hakim. Sebanyak 79 orang Dewan Hakim dan 16 orang Panitera secara resmi dipercaya untuk mengawal dan memberikan penilaian yang objektif selama pelaksanaan MTQ tingkat provinsi tersebut.
Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan bahwa keberlangsungan MTQ yang telah mencapai edisi ke-31 membuktikan relevansi dan manfaat besarnya bagi masyarakat di tengah seleksi alam ilmu pengetahuan.
"Ilmu pengetahuan itu ada hukum seleksi alam. Sesuatu yang tidak bermanfaat, sesuatu yang tidak relevan, itu dengan sendirinya akan hilang. Tapi MTQ ini adalah salah satu kompetisi yang paling tua yang ada di Indonesia ini, yang sampai hari ini tetap *survive*. Jadi dalam konteks *survival of the fittest*, keberadaan MTQ ini bukan hanya relevan, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa bertahannya tradisi MTQ tidak terlepas dari tingginya kepercayaan publik terhadap hasil dan keputusan para dewan hakim yang bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
"Kehormatan MTQ ini ada di kehormatan dewan hakimnya. Kepercayaan terhadap MTQ ini adalah karena kepercayaan terhadap dewan hakimnya yang setelah 31 edisi masih dipercaya, masih punya kredibilitas. Semua mengamini hasilnya sebagai sebuah hasil ijtihad dewan hakim untuk menghasilkan qari dan qariah yang terbaik," tegasnya.
Melalui momentum tersebut, gubernur juga menaruh harapan besar agar kualitas penyelenggaraan dan prestasi MTQ NTB dapat terus meningkat. Ia bertekad untuk kembali mengangkat muruah tilawatil Qur'an Provinsi NTB di kancah nasional, mengingat NTB sangat kental dengan identitas religiusnya.
"Kita ini provinsi seribu masjid, maka tidak terlalu imajinatif kalau kita juga berharap kita juga menjadi serambi Al-Quran di Indonesia ini. Mari kita niatkan ini semua sebagai ibadah, supaya tradisi menjadikan Al-Quran bagian dari kehidupan sehari-hari dan khususnya menjadi bagian dari perkembangan seni budaya yang ada di NTB ke depan dapat terus kita jaga," pesannya seraya mendoakan agar seluruh dewan hakim senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT.
Menyambung hal tersebut, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran serta kesediaan para dewan hakim yang datang dari berbagai daerah untuk mengabdi pada perhelatan keagamaan ini.
"Atas nama pemerintah kabupaten dan masyarakat, kami sampaikan ucapan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh dewan hakim. Mohon doa mudah-mudahan tidak ada suatu kendala dan hal-hal yang berkelak di kemudian hari," ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, KH. Muchlis M Hanafi, Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah, Sekda Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB H. Amir, serta jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Tengah.


