Wisatawan Mancanegara Dibuka Akhir Tahun, Bali Akan Optimalkan Wisatawan Domestik

MandalikaPost.com
Minggu, Agustus 23, 2020 | 16.28 WIB Last Updated 2020-08-23T16:23:03Z
Ni Komang Erviani
Mandalika Post.com / Denpasar, Bali

Gubernur Bali, I Wayan Koster. (Foto: Courtesy Posmerdeka.com)

DENPASAR - Harapan Bali untuk dapat segera menjamu wisatawan asing pada 11 September mendatang tampaknya belum mendapat angin segar. Melalui pernyataannya pada Sabtu (22/8) Gubernur Bali Wayan Koster mengisyaratkan bahwa pemerintah pusat selaku pemegang kebijakan belum akan membuka akses bagi wisatawan asing hingga akhir tahun ini. Untuk itu, Bali akan mengoptimalkan kunjungan wisatawan domestik hingga akhir tahun.

Gubernur Wayan Koster menyebutkan, rencana memulai aktivitas pariwisata untuk wisatawan mancanegara memerlukan beberapa pertimbangan secara matang. Salah satunya karena masih berlakunya Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk ke Wilayah Negara Republik Indonesia.

Peraturan menteri yang dikeluarkan dalam masa pandemic COVID-19 itu dimaksudkan untuk membatasi akses masuk warganegara asing ke Indonesia guna mencegah meluasnya penyebaran virus.

"Pemerintah Indonesia masih memberlakukan kebijakan yang melarang warga negaranya  berwisata ke luar negeri, paling tidak sampai akhir tahun 2020. Sejalan dengan itu Pemerintah Indonesia juga belum dapat membuka pintu masuk untuk wisatawan manca negara ke Indonesia sampai akhir tahun 2020, karena Indonesia masih termasuk kategori zona merah. Situasi di Indonesia belum kondusif untuk mengizinkan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia, termasuk berkunjung ke Bali," ungkap Koster.

Koster menyebut, belum ada satu pun negara di dunia yang memberlakukan kebijakan untuk mengijinkan warganya berwisata ke luar dari negaranya.

"Bahkan negara-negara di dunia memberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas yang sangat ketat terhadap warganya karena pandemi COVID-19 masih mengalami peningkatan sehingga mengancam kesehatan dan keselamatan warganya. Sebagai contoh, Australia yang warganya paling banyak berwisata ke Bali baru berencana mengizinkan warganya untuk berwisata pada tahun 2021. Demikian pula halnya Tiongkok, Korea, Jepang, dan negara-negara di Eropa, " kata Koster.

Secara prinsip, tambah Koster, pemerintah pusat sangat mendukung rencana Pemerintah Provinsi Bali untuk memulihkan kepariwisataan, dengan membuka pintu untuk wisatawan manca negara berkunjung ke Bali.

"Namun hal itu memerlukan kehati-hatian, tidak boleh terburu-buru, dan memerlukan persiapan yang sangat matang. Hal ini disebabkan posisi Bali sebagai destinasi utama wisata dunia, yang sangat tergantung dan berdampak pada kepercayaan masyarakat dunia terhadap Indonesia, termasuk Bali. Dalam upaya pemulihan pariwisata, Bali tidak boleh mengalami kegagalan karena akan berdampak buruk terhadap citra Indonesia termasuk Bali di mata dunia, yang bisa berakibat kontra produktif terhadap upaya pemulihan pariwisata, " tegas Koster.

Pemerintah pusat juga memberi arahan agar Pemerintah Provinsi Bali mematangkan tata cara, sistem, dan infrastruktur agar pemulihan pariwisata Bali dapat dilaksanakan dengan lancar dan sukses, dengan tetap mampu menangani pandemi COVID-19 secara baik.

"Mengenai kapan akan dimulainya wisatawan manca negara diizinkan berkunjung ke Bali, sangat ditentukan berdasarkan
penilaian terhadap perkembangan situasi di dalam dan di luar negeri," jelas Koster.

Berdasarkan pertimbangan pertimbangan itu, sampai akhir tahun 2020 ini, Pemerintah Provinsi Bali akan mengoptimalkan upaya mendatangkan wisatawan nusantara berkunjung ke Bali dalam rangka memulihkan pariwisata dan perekonomian Bali.

Pandemi COVID-19 telah menghantam terhadap perekonomian Bali yang sangat tergantung pada sektor pariwisata. Pertumbuhan ekonomi Bali mengalami pertumbuhan negatif sebesar 10, 98 persen pada triwulam ke dua tahun ini. Para pekerja di sektor formal usaha jasa pariwisata telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 2.667 orang dan yang sudah dirumahkan sebanyak 73.631 orang.

Sebelumnya, Bali telah merancang tiga tahap dimulainya aktivitas pariwisata dengan membuka akses obyek wisata bagi masyarakat lokal pada 9 Juli, bagi wisatawan domestik pada 31 Juli, dan bagi wisatawan mancanegara pada 11 September. Dua tahap awal pada 9 Juli dan 31 Juli telah mulai dilaksanakan.

Sejak 31 Juli 2020, jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Bali melalui pintu Bandara I Gusti Ngurah Rai telah meningkat mencapai lebih dari 100%. Sampai tanggal 14 Agustus 2020, jumlah wisatawan nusantara yang melalui pintu Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai sekitar 2.300 hingga 2.500 orang per hari.

Hingga 22 Agustus 2020, tercatat ada total 4.446 kasus COVID 19, dengan 3.881 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Tercatat total 52 orang meninggal dunia akibat COVID 19 di Bali selama rentang Maret hingga kini.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wisatawan Mancanegara Dibuka Akhir Tahun, Bali Akan Optimalkan Wisatawan Domestik

Trending Now