![]() |
| Misteri: Tim SAR gabungan terus berjibaku dengan waktu menyisir pusaran aliran sungai untuk mencari keberadaan bocah hilang di Sembalun, (Foto: Rosyidin/MP). |
Meski tim SAR gabungan telah mengerahkan segala upaya hingga menyisir radius empat hingga tujuh kilometer, jejak bocah malang tersebut belum juga ditemukan.
Penyisiran intensif dilakukan di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus. Namun, hingga Selasa (10/3) malam, tim belum menemukan tanda-tanda fisik maupun petunjuk kuat yang mengarah pada keberadaan korban.
Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, A.Md, mengungkapkan bahwa fokus pencarian sempat dipusatkan di beberapa titik yang memiliki pusaran air cukup kuat.
"Kami sudah melakukan penyisiran dari titik yang dicurigai hingga jarak tujuh kilometer. Termasuk tiga titik pusaran energi (air) yang dicurigai, semua sudah dicek kembali secara maksimal oleh tim SAR gabungan, tapi hasilnya masih nihil," ujar Darwis saat ditemui di lokasi pencarian.
Darwis mengakui adanya tantangan besar dalam operasi ini, terutama minimnya saksi mata yang melihat langsung kronologi kejadian. Status korban terseret arus sungai pun sejauh ini masih sebatas dugaan.
"Kami belum bisa menyatakan anak ini benar terseret arus sungai karena ini masih dugaan. Belum ada saksi yang melihat pasti bahwa anak ini memang terjatuh. Namun, sesuai prosedur, kami akan terus mencari hingga tujuh hari ke depan. Harapan saya, semoga di hari ketiga ini ada titik terang," tambahnya dengan nada penuh harap.
Senada dengan tim SAR, Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, menggambarkan hilangnya Rapip bak ditelan bumi. Pihak kepolisian bersama relawan dan masyarakat setempat terus bahu-membahu menyisir setiap sudut yang memungkinkan.
"Masih menjadi misteri, bak ditelan bumi anak itu. Hingga memasuki hari ketiga pencarian, belum ada jejak pasti. Anggota kami bersama tim SAR dan masyarakat tidak putus asa, kami terus bergerak," ungkap IPTU Lalu Subadri.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan benda sekecil apa pun yang berkaitan dengan korban, seperti pakaian, celana dan atau alas kaki.
"Jika masyarakat menemukan ciri-ciri atau tanda seperti baju, celana, dan lainnya, segera lapor ke pihak berwenang atau tim SAR. Jangan bergerak sendiri demi menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus berlangsung dengan peralatan lengkap. Jika dalam tujuh hari pencarian tetap tidak membuahkan hasil, otoritas terkait akan melakukan pemantauan lebih lanjut dan tetap membuka operasi kembali jika ditemukan petunjuk baru.

