Formabes Santuni 500 Anak Yatim di Masbagik, Bupati Lotim: Ini Dampak Nyata bagi Masyarakat

Rosyidin S
Selasa, Maret 10, 2026 | 21.26 WIB Last Updated 2026-03-10T13:26:33Z
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin hadiri santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh Forum Masbagik Bersatu, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOS.com – Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi Forum Masbagik Bersatu (Formabes) untuk memperkuat kepedulian sosial. Organisasi kemasyarakatan ini menyelenggarakan kegiatan santunan bagi 500 anak yatim yang tersebar di seluruh desa Kecamatan Masbagik, Senin (9/3).


Kegiatan rutin tahunan ini digelar sebagai wujud komitmen Formabes dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan dukungan di bulan penuh berkah ini.


Ketua Formabes, Syamsul Huda, menyampaikan bahwa meskipun tahun ini pihaknya berhasil merangkul 500 anak yatim, ia menyadari masih banyak anak yang belum terjangkau. Di hadapan Bupati Lombok Timur yang turut hadir, Huda menyampaikan ambisinya untuk melipatgandakan sasaran program ini di masa mendatang.


“Target kami ke depan, santunan ini bisa menjangkau jumlah yang lebih besar lagi, bahkan kami berharap bisa menyentuh angka 1.000 anak pada tahun berikutnya,” ujar Syamsul Huda.


Ia juga menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini tidak lepas dari dukungan penuh dewan pembina yang terus memercayakan Formabes sebagai wadah penyaluran program sosial.


“Peran para pembina sangat penting dalam mendorong dan memberikan semangat bagi Formabes untuk terus menebar kebaikan. Kami ingin organisasi ini benar-benar menjadi wadah yang bermanfaat,” tambahnya.


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Formabes. Menurutnya, eksistensi sebuah organisasi tidak diukur dari seberapa sering mereka mengadakan acara seremonial, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.


“Kegiatan ini harus rutin dilaksanakan agar di bulan yang suci ini, anak-anak yatim kita dapat merasakan keberkahan dan kegembiraan yang sama seperti anak-anak lainnya,” kata Bupati dalam sambutannya.


Di sela acara, Bupati yang akrab disapa H. Iron ini juga berbagi cerita mengenai tantangan anggaran selama satu tahun masa kepemimpinannya. Ia mengungkapkan alasannya sering berada di luar daerah hingga mendapat julukan Bupati Jakarta.


Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan demi menutupi keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi.


“Segala anggaran di efisiensi, jadi satu-satunya cara untuk menutupi keterbatasan itu yakni dengan menjemput program langsung ke Pemerintah Pusat di kementerian,” jelas Haerul Warisin.


Ia menegaskan bahwa kunjungan ke Jakarta dilakukan seefektif mungkin dengan mendatangi berbagai instansi sekaligus guna membawa pulang program pembangunan bagi masyarakat Lombok Timur.


“Kalau diundang ke Jakarta jangan hanya datangi satu tempat saja, rugi kita. Hubungi yang lain juga agar sekali jalan bisa ke beberapa tempat untuk membawa hasil bagi daerah,” pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Formabes Santuni 500 Anak Yatim di Masbagik, Bupati Lotim: Ini Dampak Nyata bagi Masyarakat

Trending Now