Iklan

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Moyo Utara Berharap Pada Jarot-Mokhlis

MandalikaPost.com
Jumat, November 20, 2020 | 16:21 WIB Last Updated 2020-11-20T09:21:20Z

SUMBAWA - Pembangunan secara merata yang bermuara pada kesejahteraan masih menjadi mimpi besar bagi masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Listrik, air bersih, dan jalan masih sebatas harapan. Kecamatan Moyo Utara mengalaminya. Warga mendatangi Gubernur NTB Zulkieflimansyah untuk mencari solusi, namun tidak kunjung ada jalan keluar. Kini mereka berharap pada pasangan calon bupati dan wakilnya, Jarot-Mokhlis.


"Dulu sekitar 11 tahun lalu jalan dari Ai Bari ke arah Desa Limung pernah dilakukan pengerasan dan sampai sekarang dibiarkan tanpa ada kelanjutan, jalan itu adalah jalan provinsi," ungkap mantan Kepala Desa Pungkit periode 2013-2019, Syafi'i saat ditemui di Desa Baru Tahan, Kamis malam (19/11).


Untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait jalan dan infrastruktur penunjang pertanian dan perikanan, Syafi'i beberapa waktu lalu telah mendatangi Gubernur NTB Zulkifliemansyah.


"Kami datangi Gubernur tetapi dia bilang akan membangun wilayah selatan terlebih dahulu," ungkapnya. 


Hal ini membuat warga kecewa karena tidak diprioritaskan, sementara infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah seakan tidak adil dalam pembangunan. Kondisi jalan ini juga terlihat dari kebakaran di Baturotok. Jalan sepanjang 12 kilometer hingga kini masih sulit dilewati berbagai kendaraan, termasuk saat berbagai elemen memberikan bantuan kepada korban kebakaran. 


Demikian juga dengan Bupati Sumbawa periode 2015-2020 yaitu Husni Djibril yang telah menjanjikan masyarakat untuk memperbaiki jalan dari Ai Bari ke Desa Limung, namun sampai sekarang tidak kunjung terealisasi.


"Kami sudah dijanjikan tetapi sampai berakhirnya masa jabatan Bupati ini tidak ada realisasi," ungkapnya.


Kini, warga Limung dan Ai Bari Kecamatan Moyo Utara menaruh harapan kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Jarot-Mokhlis untuk memimpin Sumbawa dan meratakan pembangunan ke depan dengan kekuatan dan aksesnya yang luas.


Hal yang sama diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat Nanga Talo Dusun Tahan Kecamatan Moyo Utara, Hermansyah. Ia merasa pemerintah tidak benar-benar serius membangun daerah dan tidak memberi solusi pada kesulitan warga khususnya di Nanga Talo, karena sampai saat ini akses jalan usaha tani yang menghubungkan Nanga Talo dengan Dusun Tahan masih sangat parah.


"Kami sekitar 50 KK di Nanga Talo masih hidup seperti di masa penjajahan, kalau musim hujan seperti ini anak kami kesulitan pergi sekolah karena keadaan jalan yang becek dan berlumpur," ungkap Hermansyah saat bertetap muka dengan Jarot-Mokhlis. 


Ia atas nama warga setempat mengharapkan bantuan Jarot-Mokhlis untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas jalan tersebut sehingga warga Nanga Talo dapat berkembang.


"Akses jalan ini salah satu pendukung mobilitas kami setiap hari yang menyambungkan kami dengan Desa Baru Tahan, bagaimana anak-anak kami sekolah,  sektor perdagangan berkembang dan pertanian bisa meningkat kalau jalan saja masih kesulitan," ujar Hermansyah yang rela datang memenuhi undangan Jarot-Mokhlis dari Nanga Talo basah-basahan karena diguyur hujan. 


Pemerintah harus lebih selektif dalam membangun infrastruktur, tambahnya, karena 50 persen warga Desa Baru Tahan memiliki lahan pertanian di Nanga Talo. Ini yang membuat produksi pertanian juga tidak meningkat.


Selain itu, warga Nanga Talo juga belum sepenuhnya menikmati air minum secara mudah, karena air sumur di sana terasa payau bahkan asin karena berada di daerah dekat pantai. Warga setiap hari harus membeli air dari penjual air seharga Rp7.000 per galon.


Menjawab keluhan warga di Kecamatan Moyo Utara, Jarot akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan menuju  Nanga Talo dan pembangunan sumur dalam untuk air bersih. 


"Jika kami menjadi Bupati dan Wakil Bupati, kami berkomitmen akan membangun infrastruktur yang diminta warga karena ini adalah infrastruktur dasar harus diprioritaskan," katanya. 


Untuk membangun itu, katanya, ia akan mencari dana sebanyak-banyaknya baik dari APBN maupun dari investor dalam dan luar negeri. 


H. Jarot mengatakan, juga akan melatih anak muda Sumbawa sebanyak-banyaknya untuk siap bersaing dan bekerja di industri yang nantinya akan dibangun di Sumbawa seperti agro industri dan industri pertambangan. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Moyo Utara Berharap Pada Jarot-Mokhlis

Trending Now

Iklan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, 

pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online