Iklan Yamaha

Dihantam Gelombang, Fastboat Bali-Labuhan Bajo Tenggelam di Perairan Lombok

MandalikaPost.com
Kamis, Desember 10, 2020 | 10:56 WIB Last Updated 2020-12-10T03:56:58Z
Kapal Tenggelam/Ilustrasi.

MATARAM - Kapal cepat, fastboat Kaia Eksplorer rute Padangbai Bali - Labuhan Bajo NTT, tenggelam dihantam gelombang tinggi di perairan Selat Lombok, Rabu (9/12).


"Kami mendapatkan laporan dari VTS Benoa sekitar pukul 12.40 WITA bahwa pada pukul 11.30 WITA ada sebuah speedboat tenggelam di perairan Selat Lombok bagian utara, dekat dengan Gili Trawangan," kata Nanang Sigit PH Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram.


Nanang menyatakan seluruh penumpang berjumlah 6 orang berhasil diselamatkan. Sementara fastboat berkekuatan 20 GT dengan panjang 16 meter, ditemukan dibprairan Jukung, Lombok Utara.


Data keenam korban yang merupakan ABK tersebut  atas nama Made Sulastra (kapten kapal), Komang Budiastha (KKM), Nyoman Sumiarna (Oilman), Sunu (JM), Ferry (Oner) dan Riski (Teknisi).


Menurutnya, usai menerima laporan, Basarnas Mataram menerjunkan personilnya untuk melakukan evakuasi menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram bersama unsur terkait . Namun, evakuasi tidak berjalan dengan lancar mengingat saat itu kondisi cuaca cukup ekstrim.


"Kami mencoba melakukan intercept ke kapal yang telah terlebih dahulu mengevakuasi semua korban yaitu kapal MV. Moning yang mendekat ke perairan sebelah barat pantai senggigi. Namun usaha kami tidak bisa dilakukan mengingat cuaca pada saat itu kurang bersahabat yaitu gelombang laut  yang tinggi, sehingga kami kembali ke pelabuhan Lembar untuk berdiskusi dengan pihak terkait. Kapal foyu 18 juga sempat berusaha membantu dalam proses intercept namun tidak berhasil merapat ke kapal MV. Moning akibat cuaca yg ekstrim," paparnya. 


Rabu malam sekitar pukul 21.00 Wita, tim SAR gabungan kembali bergerak memberikan pertolongan mengingat saat itu cuaca mendukung dan kapal MV. Moning diarahkan untuk mendekati pelabuhan Lembar.


"Akhirnya seluruh korban berhasil dipindahkan ke kapal Rescue Boat 220 Mataram dalam kondisi selamat pada pukul  21.55 WITA dan selanjutnya dibawa ke pelabuhan Lembar untuk pemeriksaan kesehatan dan diserahkan ke pihak agen kapal," kata Nanang saat berada di atas kapal Rescue Boat 220 Mataram usai melaksanakan operasi SAR (Pencarian dan Pertolongan).


Berdasarkan keterangan dari kapten kapal naas tersebut, fast boatnya dihantam gelombang tinggi sebanyak empat kali. Hantaman yang terakhir mengakibatkan kapalnya tenggelam, karena air yang masuk lebih banyak dibanding air yang dikeluarkan melalui pompa air. 


"Saya maunya berlindung ke gili trawangan setelah dihantam gelombang tiga kali, namun kapal keburu dihantam gelombang kembali dengan tinggi sekitar 1,5 meter, akhirnya kapal miring ke kanan dan tenggelam di utara Gili Trawangan," ungkapnya saat tiba di Pelabuhan Lembar.


Ia menambahkan gelombang laut mulai tinggi sekitar pukul 10.25 WITA dan 11.30 kapal tenggelam saat melakukan perjalanan ke gili trawangan untuk berlindung dari cuaca yang kurang bagus. Beruntung kapal MV. Moning berbendera Panama  yang kebetulan melintas di lokasi kejadian terlebih dahulu melakukan evakuasi terhadap semua korban. 


BMKG sebelumnya sudah memberikan peringatan dini tentang cuaca buruk beberapa hari terakhir. Potensi hujan dengan intensitas tinggi, disertai angin kencang, dan tinggi gelombang diatas rata-rata masih berpeluang terjadi beberapa hari ke depan di wilayan NTB dan sekitarnya. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dihantam Gelombang, Fastboat Bali-Labuhan Bajo Tenggelam di Perairan Lombok

Trending Now

Iklan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, 

pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online