![]() |
| Ibadah: Nampak para murid TK Muhammadiyah Sembalun shalat sunah sebelum mulai belajar, (Foto: Istimewa/MP). |
Gerakan ini diinisiasi bukan semata-mata karena keterbatasan anggaran, melainkan sebagai momentum emas untuk merekatkan ikatan batin antar warga tanpa memandang status sosial.
Ketua PCM Sembalun, Ustadz Jundi, menjelaskan bahwa agenda terdekat yang akan disokong oleh dana gotong royong ini adalah acara perpisahan dan wisuda TK Muhammadiyah Sembalun ke-16, yang dirangkaikan dengan pengukuhan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sembalun yang baru terbentuk pada tanggal 22 Juni ini.
"Anggaran yang kita butuhkan sekitar 10 juta rupiah. Sebenarnya, kalau PCM dan PCA saja mampu membiayai itu. Namun, kami berpikir di sinilah momen untuk menyatukan kekuatan dan gotong royong, hingga semua orang punya peluang berbuat kebaikan lewat amal bersama ini," ujar Ustadz Jundi saat dikonfirmasi, Kamis (18/6).
Ustadz Jundi menekankan bahwa nilai utama dari gerakan ini adalah keterlibatan dan kebersamaan, bukan besar kecilnya nominal yang disumbangkan.
"Kegiatan yang sederhana ini mampu menyatukan kita lewat sedekah. Ada yang menyumbang 10 ribu, 15 ribu, ada yang 50 ribu. Bahkan kemarin ada yang mau menyumbang ratusan ribu sampai kita tahan, biar semua bisa terlibat. Yang 10 ribu bagi yang kekurangan tentu besar nilainya di sisi Allah, dan yang 100 ribu bagi yang mampu juga sama nilainya. Kita ingin membalik momentum ini untuk kebersamaan, agar tangan di atas lebih dirasakan oleh semua warga," tambahnya.
Gerakan donasi gotong royong ini diproyeksikan menjadi pemantik awal. Kedepannya, PCM Sembalun akan mengoordinasikan wadah ini secara lebih rapi melalui bendahara untuk program jangka panjang, seperti dakwah sosial, kelestarian lingkungan, hingga bantuan bagi warga sakit atau yang membutuhkan.
Meski baru berumur sekitar tiga bulan sejak terbentuk, PCM Sembalun langsung tancap gas menyusun program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat setempat. Dalam waktu dekat, mereka berencana menggelar seminar edukasi mengenai bahaya narkoba demi menyelamatkan generasi muda Sembalun.
"Faktanya di Kecamatan Sembalun ini sudah banyak yang tertangkap terkait kasus narkoba. Peran Muhammadiyah selain mencegah juga memberikan edukasi agar ada pengurangan. Insya Allah paling lambat bulan Juni ini atau meleset beberapa hari, kita akan laksanakan dengan melibatkan pihak terkait seperti Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BNK, tokoh agama, dan tokoh masyarakat," tegas Ustadz Jundi.
Tak hanya itu, di bidang kaderisasi dan pendidikan, PCM Sembalun memiliki visi besar. Selain mendaftarkan kader-kader muda ke tingkat SMP hingga perguruan tinggi dan panti asuhan, mereka tengah memproses izin operasional Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah serta berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah di Mataram maupun di Selong.
"Akses kita di Sembalun ini jauh ke Selong maupun ke Mataram. Kita berusaha memfasilitasi setidaknya membuka satu kelas kerja sama agar warga Muhammadiyah tidak terputus sekolahnya," katanya.
PCM Sembalun juga menyiapkan kegitan bagi kader yang libur kuliah untuk mengisi pengajian dan mengajar di masjid atau mushala.
"Kami tidak mendorong kader hanya jadi ustaz atau ulama, tapi kami dorong juga jadi arsitek, jadi birokrat di pemerintahan dengan basis agama yang kuat, sehingga saat pulang mereka tetap mengabdi untuk masyarakat, agama, dan bangsa," urai Jundi.
Ustadz Jundi pun berharap agar gerakan ini mendapat dukungan luas. Ia juga menyelipkan harapan khusus kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah agar terus memberikan dukungan operasional dakwah, termasuk pengadaan mobil ambulans yang sangat dibutuhkan di wilayah tersebut.
![]() |
| Belajar: Anak-anak TK Muhammadiyah sedang berdoa sebelum belajar. (Foto: Istimewa/MP). |
Kepala TK Muhammadiyah Sembalun, Tenri Anisa Fitri, S.Pd., mengaku sangat terbantu dengan inisiatif penggalangan dana tersebut, terutama dalam menutupi kekurangan akomodasi dan konsumsi acara kelulusan.
"Kami merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh pengurus PCM dalam acara perpisahan sekaligus pengukuhan PCA di Kecamatan Sembalun. Kami merasa sangat terbantu karena PCM berinisiatif menggalang dana untuk mencukupi kekurangan kami," ungkap Tenri dengan nada penuh syukur.
TK Muhammadiyah Sembalun sendiri merupakan salah satu institusi pendidikan anak usia dini yang konsisten mengukir prestasi di tingkat kecamatan, mulai dari Juara 1 Puisi, Juara 1 dan 2 Acak Angka, hingga Juara 1 Seni Tari.
Saat ini, proses penerimaan siswa baru telah mencatat 25 calon siswa terdaftar, dengan target mencapai lebih dari 45 siswa pada hari pertama masuk sekolah.
Sekolah yang berdiri sejak tahun 2010 ini mengedepankan penguatan karakter berbasis agama dan pengenalan bahasa asing sejak dini sebagai program unggulannya.
"Selain kurikulum pemerintah, setiap pagi kami membiasakan anak-anak membaca Asmaul Husna, hadis-hadis pendek, dan ayat-ayat pendek sebelum belajar. Bahkan besok pas perpisahan, anak-anak akan menampilkan hafalan hadis, ayat pendek, hingga berhitung dalam empat bahasa (termasuk dasar-dasar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab sederhana)," jelas Tenri.
Untuk melatih mental dan membentuk karakter keberanian anak-anak didik, pihak sekolah menerapkan metode bercerita (Literasi) di depan kelas secara bergantian menggunakan mikrofon setelah masa liburan usai.
Keberhasilan program-program unggulan ini melahirkan antusiasme yang luar biasa dari para wali murid. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sekolah, perwakilan wali murid bahkan dijadwalkan akan mempersembahkan penampilan Qasidah pada acara puncak perpisahan besok
"Rasa kepemilikan dan semangat gotong royong inilah yang kami harapkan, dan terus menjaga api dakwah Sang Surya tetap bersinar terang di kawasan lereng Gunung Rinjani," pungkasnya.


