Iklan BNS

Polisi Periksa Pria yang Diduga Perkosa Bocah Hingga Meninggal

MandalikaPost.com
Kamis, Februari 25 | 22.41 WIB
Tersangka AR alias Dewa saat diamankan polisi di Polres Kota Bima.

MATARAM - Polisi terus mendalami kasus kematian bocah berusia 10 tahun berinisial NAZ asal Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.


Korban sebelumnya pada Rabu, 24 Februari 2021 meninggal dalam kondisi tragis di puskesmas. Dia sebelumnya dibawa bibinya karena mengalami demam disertai muntah darah.


Korban tewas saat dirawat. Ironisnya, dokter menemukan kejanggalan. Kelamin korban dan anus terdapat luka lebam.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata, mengatakan sebelum meninggal, bocah malang itu mengalami sakit parah dan sering halusinasi. Dia mengaku perutnya ditusuk dan menyebut nama Dewa.


"Saat sakit, korban mengatakan ke bibinya perutnya ditusuk dan menyebut nama Dewa," kata Hari Brata, Kamis, 25 Februari 2021 di Mataram.


Dia mengatakan polisi telah mengamankan seorang berinisial AR alias Dewa (29 tahun) yang tidak lain adalah orang terdekat korban.


"AR merupakan kakak ipar korban. Dia sendiri mengaku takut karena sesaat sebelum korban meninggal, namanya sempat disebut oleh korban," ujarnya.


Di hadapan polisi, AR mengaku sudah sering kali memperkosa korban. Namun perbuatannya justru dimediasi oleh warga.


"Terduga AR sering melakukan perbuatan serupa, namun berhasil dimediasi oleh warga," ujarnya.


Polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Sudah tiga saksi warga Kelurahan Dara tempat korban berdomisili diperiksa.


"Untuk mempercepat proses  pembuktian kasus tersebut Tim kami sedang melakukan pemeriksaan beberapa saksi dan mengumpulkan alat bukti," katanya. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Polisi Periksa Pria yang Diduga Perkosa Bocah Hingga Meninggal

Trending Now

Iklan