Pemprov NTB dan BI Bersinergi Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

Ariyati Astini
Kamis, Juni 10, 2021 | 17.36 WIB Last Updated 2021-06-11T13:48:53Z
Gubernur NTB Zulkieflimansyah


MATARAM- Bank Indonesia (BI) terus berkontribusi dalam pengembangan UMKM di berbagai daerah, salah satunya di Provinsi NTB. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengatakan bahwa UMKM termasuk salah satu tulang punggung perekonomian daerah.


“ Apabila kita dorong UMKM naik kelas, dan semakin profesional, maka tentunya akses keuangan, Inkuisi juga menjadi faktor penting,” kata Rosmaya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Webinar Trasnformasi BaliNusra bertajuk ”Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah” yang berlangsung secara virtual, Rabu (09/ 06).


Rosmaya juga mengatakan bahwa BI dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) menggunakan instrumen bauran kebijakan BI, termasuk pengungkapan dan pelonggaran kebijakan moniter, relaksasi kebijakan makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran dan pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan Syariah, pendalaman pasar keuangan, dengan koordinasi bersama pemerintah dan institusi lain. 


“Bank Indonesia menggunakan seluruh kebijakan bauran instrumen dalam pemulihan ekonomi nasional, hal ini dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah dan komite keuangan sistem,” jelasnya.


Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Si. mengapresiasi sinergitas bersama BI. Kegiatan pengembangan UMKM oleh BI NTB pada 3 aspek pengendalian inflasi, peningkatan ekspor, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. 


Selain itu, BI memiliki 3 pilar utama yang menjadikan landasan yaitu mendukung korporatisasi, meningkatkan kapasitas dan akses pembiayaan. Dukungan BI terhadap pengembangan UMKM yang dipercaya memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi penopang bagi sistem keuangan dan perekonomian.


 “Alhamdulillah, bantuan BI NTB yang sangat luar biasa membantu, salah satunya mendesain produk-produk BUMDES kami, sehingga BUMDES mampu menampung produk-produk yang akan menjadi produk UKM kami dan kemudian didistribusikan ke desa-desa,” kata Bang Zul. 

 

Selain itu, Bang Zul juga menjelaskan bahwa Pemda terus hadir di tengah UMKM, salah satunya melalui program yang digagas dengan BI, yaitu Mahadesa. Program ini selain memperkuat infrastruktur perekonomian di desa, juga diharapkan mampu mengangkat berbagai produk IKM/UKM lokal untuk bersaing, tidak hanya menjadi tuan di negerinya sendiri, tetapi juga di pasar nasional dan global.


“Apabila BUMDES dapat menjalankan sistem Mahadesa yang digagas dengan Bank Indonesia maka ekonomi dari desa akan menggeliat sehingga secara makro agregat ini juga memiliki kejutan yang luar biasa,” ucap Bang Zul.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemprov NTB dan BI Bersinergi Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

Trending Now