Dr Ahsanul Khalik : Dakwah Moderat untuk Moderasi Beragama

MandalikaPost.com
Selasa, September 13, 2022 | 16.36 WIB Last Updated 2022-09-13T08:36:36Z

Kepala Dinas Sosial NTB, Dr. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH (Paling Kanan) bersama peneliti dari Australia Dr. James Stevenson Bennett (Paling Kiri) saat menjadi narasumber dalam Studium Generale Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram. (FOTO: Istimewa)


MANDALIKAPOST.com - Kepala Dinas Sosial NTB, Dr. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH bersama peneliti dari Australia Dr. James Stevenson Bennett, menjadi Narasumber dalam Studium Generale Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dengan tema, "Dakwah Moderat dan Merawat Tradisi Akademik Untuk Memperkokoh Integrasi Kebangsaan", Selasa 13 September 2022.


Studium Generale dihadiri Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag, Dekan Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram, Dr. Muhammad Saleh, MA dan Para Wakil Dekan, Para Ketua Jurusan dan Para Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram serta mahasiswa-mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram.


Kepala Dinas Sosial NTB, Dr. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH menyampaikan paparannya tentang Dakwah Moderat untuk moderasi beragama.


Dalam pemaparannya, Dr. Ahsanul Khalik menyampaikan pesan kepada mahasiswa-mahasiwi UIN Mataram untuk berbuat baiklah kepada semua orang.


"Sebab Allah SWT mengajarkan bukan berbuat baik hanya kepada mereka yang memeluk agama Islam saja melainkan kepada semua orang tanpa membedakan suku, rasa, jenis kelamin dan perbedaan lainnya," katanya.


Menurutnya, memperlihatkan wajah Islam yang teduh dapat ditunjukan dengan menyebarkan nilai-nilai dakwah yang mencerminkan kebersamaan, saling menghargai serta tidak mengandung nilai kekuasaan berlebih.


Dakwah tidak hanya dilakukan melalui tempat ibadah melainkan dengan cara berprilaku itu sudah mencerminkan nilai dakwah. Dengan demikian tidak akan ada lagi kelompok-kelompok yang radikal.


"Dakwah Moderat harus difahami sebagai suatu sikap dakwah yang memberi setiap nilai atau aspek yang berseberangan pada bagian tertentu tidak lebih dari porsi yang semestinya, tidak menghakimi, memanusiakan dan memuliakan manusia, serta hidup rukun damai dalam keberagaman," ujar Dr Ahsanul.


Disela pemaparan nya tentang Dakwah Moderat dan bagaimana Moderasi Beragama serta bagaimana membangun tradisi akademik untuk memperkokoh Integrasi Kebangsaan, Dr Ahsanul Khalik juga menyampaikan pengalamannya dalam menyelesaikan berbagai konflik yang mengatasnamakan agama pada saat menjadi Camat Cakranegara, Kota Mataram. 


Dimana prinsip penyelesaian konfil ada melalui penguatan pemahaman kepada semua pihak yang berkonflik, dengan tidak menjadikan diri sebagai bagian dari konflik dengan memihak atau berdiri pada golongan tertentu saja. 


"Akan tetapi melalui pendekatan bagaimana menyelesaikan konflik yang ada dengan memahami nilai-nilai yang diyakini oleh masing-masing pihak dengan mempertemukan kesesuaian dan kesamaan universal yang dimiliki," ujar dia.


Selanjutnya, Dr. James Stevensos Bennett memaparkan hasil penelitian nya tentang Masyarakat Sasak yang hidup berdampingan dengan masyarakat Hindu Bali dengam kajian terkait sejarah Mayura dan berbagai adat istiadat yang berkembang pada masyarakat sasak. 


James juga menyampaikan bahwa suku sasak tempo dulu sangat ramah terhadap berbagai jenis budaya yang masuk. Hal itu dibuktikan dengan motif-motif kain yang ada disuku sasak yang banyak didominasi dari India.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dr Ahsanul Khalik : Dakwah Moderat untuk Moderasi Beragama

Trending Now