Iklan BNS

Bangkespoldagri Lotim Gelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Di Kaki Gunung Rinjani

Rosyidin
Rabu, Oktober 05, 2022 | 21.58 WIB
Humoria: Kaban Bangkespoldagri Lotim, HM Isa S.Ap memberikan materi tentang Nilai-nilai kebangsaan dan P4GN di Sembalun Lawang. (Foto: Rasyidin/MP). 

MANDALIKAPOST.com - Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) menjadi tugas dan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat Lombok Timur, baik di kota maupun di pedesaan.


Hal itu disampaikan Kepala Badan Bangkespoldagri Lombok Timur, HM Isa S.Ap pada Sosialisasi P4GN di ruang Aula kantor desa Sembalun Panjang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur (Lotim), Rabu (5/10). 


"Mencegah peredaran narkoba merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama, untuk terus memantau anak-anak kita. Sipaya tidak terjerumus menyalah gunakan narkotika yang bisa menyesatkan masa depannya," kata Isa dalam sambutannya.


Narkotika, berasal dari tanaman dan bahan kimia yang dapat menyebabkan hilangnya rasa percaya diri, kecanduan dan mengakibatkan kematian. 


Untuk itu, ia mengajak lapisan masyarakat yang hadir pada acara sosialisasi itu untuk memerangai predaran narkoba. Dan mencegah serta membatasi pergaulan generasi penerus bangsa dari hal-hal yang menjerumuskan mereka.


"Kalau bukan kita sipa lagi, ya artinya yang peduli terhadap kelurga kita, lingkungan kita dan bangsa ini. Marilah kita perangi predaran narkoba menuju Indonesia emas," ujar Isa.


Sementara itu, Kabid Pengembangan Nilai-nilai Kebangsaan Bangkespoldagri Lotim, Suherman SSTP Menambahkan. Sosialisasi ini merupakan salah satu kegiatan rutin dari Bangkespoldagri Hal itu berdasarkan dalam  UU nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika.


Dalam pasal 61 disitu disebutkan, pemerintah melakukan pengawasan terhadap segala kegiatan yang berkaitan dengan narkotika.


"Ada dua kegiatan rutin kita dibidang BNNK namanya, pengembangan Nilai-nilai kebangsaan. Yang pertama adalah, penyuluhan wasbang (Kewaspadaan nasional) dan yang kedua adalah, penyuluhan bahaya narkoba (P4GN)," Jelas pria kerab disapa Emond ini.


Kemudian dasar hukum yang kedua adalah, Permendagri nomer 12 tahun 2019 tentang fasilitasi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan predaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. 


"Disitu salah satu tugas kami adalah sosialisasi. Sosialisasi ini juga pernah kami lakukan di Sembalun Bumbung dan beberapa desa yang ada di Lotim," kata Emond. 


Selain itu, Sembalun merupkan salah satu daerah pariwisata dan sebagai ikonnya Pulau Lombok, Lombok Timur khususnya. 


Oleh karena itulah, menurutnya sosialisasi kebangsaan dan P4GN ini sangat perlu dilakukan. Mengingat Sembalun sebagai tujuan para wisatawan dari berbagai penjuru dunia, bukan hanya dari Indonesia. 


"Kita tau kan, Sembalun sebagai pintu masuk para wisatawan dari mancanegara maupun nusantara. Sehingga tidak menutup kemungkinan itu menjadi modus penyalahgunaan narkoba, karena Sembalun sendiri jauh dari pusat kota," ujarnya. 


Tidak ada salahnya kita lakukan sosialisasi ini, agar masyarakat paham apa itu narkoba sejenisnya dan bisa mencegah sebelum semuanya terlambat. Itulah bagian dari nilai kebangsaan itu sendiri," imbuh Emond. 


Adapun out put dari kegiatan tersebut, sambung Emond terbentuknya desa tangguh yang dicanangkan oleh pemerintah pusat menuju Indonesia bersinar.


"Harapan kita, sesuai dengan rencana teknis nasional itu menjadi desa bersinar, Kecamatan bersinar dan kabupaten bersinar. Kemudian golnya itu menjadi Indonesia bersinar, bersinar itu bersih dari narkoba," harpnya.


Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya melibatkan komunitas yang ada di desa setempat. Seperti, Karang Taruna, pemerhati lingkungan,  konservasi dan komunitas-komunitas pemuda lainnya. 


"Kita mulai dari komunitas yang paling kecil yakni keluarga, makaknya kami melibatkan karang taruna, komunitas SEMBAPALA. Itu kami anggap sebagai agen-agen perubahan ditengah masyarakat kita," pungkas Emond.


Adapun yang hadir dalam sosialisasi itu Kaban Bangkespoldagri Lotim,H M Isa S. Ap, Kabid Pengembangan Nilai-nilai Kebangsaan Bangkespoldagri Lotim, Suherman SSTP, Satres Narkoba Polres Lombok Timur, KKN UNW Mataram, tokoh pemuda dan masyarakat desa setempat. 


"Kita juga menggandeng BNNP, BNNK dan Satres narkoba Polres Lotim sebagai narasumber dalam sosialisasi ini," tutupnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bangkespoldagri Lotim Gelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Di Kaki Gunung Rinjani

Trending Now

Iklan