Diburu Polisi, Pria Ini Plester CCTV dan Bobol ATM hingga Ratusan Juta di Mataram

MandalikaPost.com
Sabtu, Februari 04, 2023 | 20.16 WIB Last Updated 2023-02-04T12:16:58Z
Pembobolan ATM./Ilustrasi.

MANDALIKAPOST.com - Aksi pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhir 2022 lalu, hingga saat ini masih diselidiki jajaran Polda NTB.


Kasus ini terjadi pada 24 Desember 2022 dinihari, di ATM Bank NTB Syariah di jalan Energi, Karang Panas, Kota Mataram. Tak tanggung-tanggung, pelaku menguras tunai sekitar Rp.528.000.000," sekaligus mengosongkan mesin.


"Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Termasuk memeriksa CCTV. Pelaku masih kami buru," tegas Direktur Reskrim Umum Polda NTB, Kombes Pol Teddy Ristiawan, SH., SIK., MH.


Berdasarkan rekaman CCTV gerai ATM, pelaku adalah seorang pria. Ia tertangkap rekaman dua kali masuk ke gerai ATM pada 23 dan 24 Desember 2022.


Kombes Teddy memaparkan, dalam dua rekaman itu diketahui, pria ini masuk gerai ATM dan menutup kamera CCTV dengan sebuah plester tempel yang sudah disiapkan di tangannya.


"Jadi pelaku ini masuk dan menutup kamera CCTV. Tapi kemudian dia buka lagi, setelah selesai melakukan aksi. Sehingga sebagian wajahnya sempat terekam. Ini masih kita selidiki," ujarnya.


Berbekal alat pendeteksi wajah, pihak kepolisian masih mencari identitas pelaku ini.


Aksi pelaku pada malam 24 Desember 2022, juga sempat terekam dari CCTV di sebuah masjid di seberang gerai ATM. Dari situ diketahui, pelaku sebanyak dua orang pria, berboncengan menggunakan sepeda motor. Keduanya diketahui mengenakan jas hujan plastik tipis, karena saat kejadian sedang hujan deras.


Membobol dengan Jackpoting


Pria misterius pembobol ATM ini diperkirakan sudah profesional. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 4 jam, uang tunai di ATM senilai ratusan juta bisa dikuras.


Polisi menduga pelaku melakukan pembobolan dengan sistem jackpoting. Tanpa menggunakan kartu ATM dan tanpa merusak fisik mesin ATM. Mereka menggunakan perangkat tertentu yang bisa mengendalikan mesin ATM.


"Aksi jackpoting, sehingga pelaku menarik uang di ATM seperti transaksi biasa. Mesin ATM tidak dirusak, tapi uangnya bisa dikuras. Aksi mereka kira kira 4 jam," kata Teddy.


Menurut Kombes Teddy, aksi jackpoting membobol mesin ATM ini juga pernah terjadi baru-baru ini di Bali. Modusnya hampir sama dan menyasar jenis mesin ATM yang spesifikasinya serupa.


"Di Bali juga kejadian serupa di 4 ATM di BRI dan BCA. Ini yang kita selidiki apakah pelakunya ini jaringan," katanya.


Sementara itu, Corporate Secretary Bank NTB Syariah, M Arief Sanjani membenarkan kasus pembobolan ATM yang terjadi di ATM Karang Panas. Namun kejadian ini merupakan kejahatan pencurian yang tidak merugikan dana nasabah.


"Jadi nasabah tak perlu khawatir, karena yang dikuras dana yang di ATM, bukan dan tidak sampai merugikan nasabah. Sudah kita laporkan ke Polda NTB dan infonya masih diselidiki pelakunya," katanya.


Arief mengatakan, Bank NTB Syariah menggunakan mesin ATM terbaru dengan sistem yang paling canggih. Tapi, menurutnya tiap jenis mesin tentu memiliki kelemahan tersendiri.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diburu Polisi, Pria Ini Plester CCTV dan Bobol ATM hingga Ratusan Juta di Mataram

Trending Now