Penerbangan Dibatalkan Membawa Berkah, Bule Swiss Resmi Peluk Islam di Tetebatu dan Pilih Nama Siti Suraida

Rosyidin S
Senin, Mei 25, 2026 | 18.38 WIB Last Updated 2026-05-25T10:38:26Z
Mualaf: Seorang mualaf warga negara asing asal Swiss, Moana resmi memeluk agama Islam. (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Momen sakral dan mengharukan mewarnai prosesi penutupan Pemusatan Latihan atau Training Center (TC) Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB Kabupaten Lombok Timur. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Swiss bernama Moana, resmi memeluk agama Islam (mualaf) di sela-sela acara yang berlangsung di desa wisata Tetebatu, Senin (25/5).


Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat tersebut dibimbing langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, bersama Ketua Komisi Fatwa TC MTQ XXXI, TGH Ayudin Nuruddin. Momentum religius ini disaksikan langsung dengan penuh khidmat oleh puluhan kafilah, pelatih, dan fungsionaris LPTQ Lombok Timur.


Usai resmi menjadi seorang muslimah, Moana memilih nama baru, Siti Suraida. Ia mengaku keputusan besar dalam hidupnya ini murni lahir dari panggilan hati yang mendalam setelah mengenal Islam.


"Yang membuatku tertarik, lewat Islam aku merasa bisa lebih dekat dengan Allah. Aku ingin mempelajari semua hal yang telah diajarkan kepada kita," ujar Moana dengan penuh haru usai prosesi.


"Ini adalah hal yang paling indah yang pernah ada, dan aku sangat, sangat bersyukur bisa menemukan Islam dan membuka hatiku untuk itu," tambahnya.


Kisah spiritual Siti Suraida menemukan keyakinan barunya di bawah kaki Gunung Rinjani ini terbilang unik. Kehadirannya di Tetebatu sama sekali tidak pernah direncanakan sebelumnya, melainkan berawal dari sebuah kekecewaan akibat kendala teknis perjalanan.


"Sebenarnya aku tidak berencana untuk datang ke Tetebatu. Tapi waktu itu penerbanganku dibatalkan (cancelled), jadi aku asal pilih saja untuk datang ke sini," tuturnya.


Namun, pembatalan penerbangan itu kini disyukurinya sebagai skenario terbaik dari Tuhan. "Dan ya, aku merasa ini benar-benar jalan dari Allah dan aku tidak bisa berhenti bersyukur karena telah dibimbing hingga sampai ke sini," ungkap perempuan asal Swiss tersebut.


Keputusan Siti Suraida untuk memeluk Islam ternyata membawa dampak spiritual yang luar biasa, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarganya di Swiss. Perubahan perilakunya bahkan mampu mengetuk hati sang ayah yang sebelumnya merupakan seorang ateis atau tidak mempercayai keberadaan Tuhan.


"Ayahku sangat bangga padaku. Sebelumnya dia adalah seorang ateis. Tapi sejak aku mulai merasakan kedekatan dengan Allah dan Islam seperti menjalankan salat lima waktu dan menceritakan kepadanya betapa hal ini menyentuh hatiku dia mulai percaya (pada Tuhan), alhamdulillah," cerita Moana dengan mata berbinar.


Kini, setelah resmi menjadi mualaf, Siti Suraida (nama Islam Moana-red) mengaku merasakan ketenangan dan kehangatan spiritual yang luar biasa di dalam hatinya. Kebahagiaan yang ia rasakan saat ini diakuinya melebihi apa pun yang pernah ia rasakan sebelumnya.


Ke depan, ia berharap kisah perjalanan spiritualnya ini dapat membagikan dampak positif dan menjadi inspirasi bagi orang lain di berbagai belahan dunia.


"Aku berharap cahaya (iman) ini bisa mengalir melalui diriku ke dunia luar, sehingga bisa menggerakkan lebih banyak orang untuk mengikuti kata hati mereka dan mendengarkan firman Allah. Aku hanya ingin membuat sedikit perubahan positif melalui jalan Allah," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penerbangan Dibatalkan Membawa Berkah, Bule Swiss Resmi Peluk Islam di Tetebatu dan Pilih Nama Siti Suraida

Trending Now