Masyarakat Mengeluh, Evnt ‘Rinjani 100’ Perlu Di Evaluasi

Rosyidin
Selasa, Mei 30, 2023 | 22.28 WIB Last Updated 2023-05-30T14:53:14Z

Wenefei Xie, Finisher 1 Women's Category 126 Km di ajang Rinjani 100 Ultra 2023. Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com  – Persiden Sembalun Foundation, Hamka Abdul Malik menyayangkan penyelenggaraan lomba lari ‘Rinjani 100 Ultra’ tidak memberikan dampak secara langsung mupun tidak langsung bagi masyarakat di lingkar Rinjani.

“Sayang sekali event bergengsi kelas dunia ini, masyarakat tidak merasakan dampaknya secara langsung. Terutama bagi para pelaku wisata di Sembalun,” ucap Hamka Apdul Malik, Selasa (30/5).


Menurutnya, penyelenggaraan event seperti ini tidak lepas dari agenda wisata atau berwisata apa yang dinamkan sport tuorizm itu (sport adventure).


Dalam hal ini, lanjutnya yang berhubungan langsung dengan para pelaku dan pendukung pariwisata. Mualai dari pelaku transportasi, homestay,  TO (treeking organaez), rumah makan, kedai kopi dan faktor pendukung lainnya.


“Jujur masyarakat merasa kecewa terhadap event tahun ini, dibandingkan pada event Rinani 100 di tahun-tahun sebelumnya. Dimana pergelaran sebelumnya semua lapisan masyarakat ikut terlibat dan merasakan dampaknya,” tutur pria akrab disapa, Hamka Van Boiq.


Seharurnya, kata lebih lanjut untuk memeriahkan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan event Rinjani 100 itu adalah, panitia bisa memberikan waktu dan tempat yang lebih bagi para pelaku UMKM untuk berjualan.


Paling tidak satu minggu sebelum kegiatan ada bazar UMKM se-Pualau Lombok, khususnya UMKM Sembalun di gelar dalam rangka mriahkan event Rinjani 100. Selain itu juga bisa ditampilkkan atraksi budaya masyarakat setempat.


Menurutnya, itu bisa dilakukan oleh panitia inti berkolaborasi dengan panitia Pemda Lotim. “Disana akan tercipta perputaran roda prekonomian masyarakat, ini dampaknya secara tidak langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Hamka Van boiq.


Justeru semarak bazar ini sambungnya, lebih besar dampaknya terhadap peningkatan prekonomian masyarakat secara berkelanjutan.


“Kami harapkan, tahun depan panitia bisa menyiapkan waktu dan tempat bazar itu. Karena ini yang di inginkan oleh masyarakat,” harapnya.


Sekali lagi, ia menegeskan ke penyelenggara event, baik dari pihak Rinjani 100 maupun dari pemeritah untuk berkolaborasi mengoptimalkan perputaran roda ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Baik saat evet berlangsung mupun setelah event tersebeut, supaya masyarakat benar-benar merasakan dampak dari sebuah event.


“Bukan kah, salah satu tujuan event itu digelar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Jika tidak memberikan dampak kemasyarakat, lebih baik evet itu tidak perlu diadakan di Sembalun,” tegas Hamkan Van Boiq.


Mantara, Salah satu pelaku UMKM menambahkan bahwa, dampak dari penyelenggaraan event yang di suport penuh oleh Pemda Lotim ini, sangat minim dirasakan oleh lapisan masyarakat setempat. Padahal selama ini yang diketahui even tersebut, venet tahunan yang diadakan di gunung Rinjani.


"Sangat minim dampaknya yang kami rasakan, terutama bagi kami pelaku UMKM. Ini sangat kami sayangkan,” ketusnya.


Seharusnya event besar kelas dunia seperti ini memberikan dampak besar terhadap semua lapisan masyrakat. Malah yang ia rasaakan pada saat event berlangsung sangat sepi, tidak semeriah yang diharapkan.


“Padahal di momen Rinjani 100 ini kita tunggu-tunggu, untuk berjulan prodak UMKM kelompok kami seperti tahun kemarin," ujar Mantara.


Untuk diketahui, event tersebut diadakan di Rinjani tujuan utamanya untuk mendongkrak pariwisata di lingkar Rinjani, terutama di Sembalun. Karena jalur yang dilewati oleh peserta lari, sebagian besar jalur Sembalun selain desa Belanting, Kabupaten Lombok Timur dan Torean, Kabupaten Lombok Utara.


“Seharusnya berbanding lurus dengan  dampaknya ke masyarakat, karena yang datang kan bukan peserta lari saja, tapi para wisatawan lokal maupun wisatawan manaca Negara yang menyaksikan event ini,” kata Mantara.


Utuk itu lah, sambungnya pihak panitia intens mempromosikan event tersebut jauh hari sebelumnya, baik lewat medsos maupun baliho. Supaya para wistawan dan lapisan masyarakat tahu bahwa da event di gunung Rinjani.


“Yang perlu ditingkatkan oleh panitia itu, promosi dan kordinasinya kepada pihak-pihak terkait jauh hari sebelum event ini di adakan” ujarnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Masyarakat Mengeluh, Evnt ‘Rinjani 100’ Perlu Di Evaluasi

Trending Now