Samsat Tanjung Ditarget Rp 24 Miliar Tahun Ini Untuk Pajak Kendaraan Bermotor

Ariyati Astini
Jumat, Agustus 11, 2023 | 12.50 WIB Last Updated 2023-08-11T04:50:52Z

 

Razia/Operasi Gabungan Kendaraan Bermotor Di Wilayah Tanjung ,Kabupaten Lombom Utara




MANDALIKAPOST.com- Realisasi pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan perkembangan positif. UPT Samsat Tanjung KLU mencatat, capaiannya selalu di atas 100 persen setiap tahunnya.


“Tidak  bisa terlepas dari ikhtiar kita untuk mendapatkan hasil atau target realisasi yang lebih baik,” ujar Kepala UPT Samsat Tanjung KLU H Irnadi Kusuma.

Irnadi menuturkan, target PKB di KLU sebesar Rp 19 miliar pada 2021 lalu. Jumlah ini meningkat menjadi Rp 21 miliar pada 2022.Melihat realisasinya yang bagus, jumlah target kemudian dinaikkan menjadi Rp 24 miliar di 2023 ini. 


“Alhamdulillah di KLU kalau berbicara ketaatan memang sangat taat (warganya,Red), ini bukan pujian tapi ini kenyataan yang terjadi,” sambungnya. 


Irnadi Mencontohkan, saat gempa yang terjadi pada Minggu 5 Agustus 2018 lalu. Keesokan harinya sudah ada warga yang mau datang bayar pajak. Padahal saat itu, kondisi kantor Samsat Tanjung rusak akibat gempa.  

“Jadi bagaimana caranya mereka tetap berfikir soal bayar  pajak, makanya saya salut sekali begitu,” bebernya.

“Selama saya di sini, wajib target itu lebih dari 100 persen terus capaiannya,” imbuhnya.


Sementara untuk indikator kepemilikan kendaraan motor baru masyarakat Lombok Utara merupakan yang tertinggi di NTB. Bahkan lebih tinggi dari Kota Mataram yang berada di urutan ketiga. Untuk kendaraan baru ini, dari target Rp 13 miliar, realisasinya sudah mencapai 80 persen.


Dikatakannya, untuk mencapai target tersebut tentunya berbagai upaya akan dilakukan. Di antaranya dengan inovasi layanan keliling dan Samsat Delivery. Layanan ini akan lebih memudahkan masyarakat dalam membayarkan pajak kendaraan bermotor mereka.

“Sesungguhnya operasi ini (razia gabungan, Red) adalah jalan akhir,” kata Irnadi.


Dirinya menjelaskan, kegiatan operasi gabungan ini merupakan kegiatan kemitraan Samsat Tanjung dengan kepolisian, Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan. Namun jika persentase pembayaran pajak oleh masyarakat KLU tinggi, pihaknya tidak perlu melakukan operasi gabungan. 


“Kami kami lakukan 3 sampai 7 kali dalam sebulan,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa keringanan pajak dan pembebasan atau pemutihan. Ketika masyarakat membayar pajak, dendanya dihilangkan. Aturan dari Gubernur ini dinilainya akan sangat membantu masyarakat yang sudah lama menunggak pajak kendaraannya. 


Keuntungan juga bisa didapatkan wajib pajak yang tepat waktu membayar pajak. Mereka berkesempatan mendapatkan undian umroh gratis pada 31 Oktober mendatang. Jika undian dimenangkan oleh non muslim, maka akan diberikan uang tunai seharga umroh gratis tadi. 

“Balik nama juga di wilayah NTB juga gratis,” pungkasnya

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Samsat Tanjung Ditarget Rp 24 Miliar Tahun Ini Untuk Pajak Kendaraan Bermotor

Trending Now