Bendungan Bedah Embung Meluap: Kaliantan Terancam Terisolasi dan Gagal Panen Massal

Rosyidin S
Selasa, Januari 27, 2026 | 22.30 WIB Last Updated 2026-01-27T14:30:55Z
Tergenang: Air luapan bendungan bedah embung Kalimantan masuk di rumah warga, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Kondisi darurat melanda Dusun Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jrowaru pada Selasa (27/1/2026). Luapan air dari Bendungan Bedah Embung yang melampaui kapasitas telah menenggelamkan puluhan rumah warga serta lahan pertanian produktif. Minimnya sistem drainase pembuangan air membuat pemukiman warga kini menyerupai lautan kecil, melumpuhkan total aktivitas ekonomi masyarakat setempat.


Kekhawatiran utama warga saat ini adalah potensi terputusnya akses jalan vital yang menghubungkan Dusun Kaliantan dengan Dusun Semerang. Jika debit air terus meningkat dan menggerus badan jalan, mobilitas warga dipastikan lumpuh total.


Dampaknya tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga sosial. Puluhan anak sekolah terancam kehilangan akses menuju lembaga pendidikan jika jalan penghubung tersebut benar-benar terbelah oleh arus luapan.


Masyarakat melalui Komunitas Pelayan Masyarakat menyatakan telah jenuh dengan penanganan yang bersifat sementara. Nuruddin, anggota komunitas yang melakukan advokasi di lapangan, menegaskan bahwa pembangunan jalur pembuangan air permanen menuju laut adalah harga mati untuk mengakhiri siklus bencana ini.


"Aspirasi masyarakat saat ini satu: penanganan permanen. Kita butuh pembangunan jalur pembuangan air bendungan menuju laut. Jika kondisi ini tidak segera direspons dengan cepat dan serius, potensi kerusakan akan semakin meluas, terlebih musim hujan masih berlangsung," tegas Nuruddin.


Di sisi lain, Pemerintah Desa Seriwe telah mengeluarkan imbauan darurat bagi warga yang terdampak. Kepala Desa Seriwe, Huda, meminta warga tetap memprioritaskan keselamatan diri sembari menanti langkah konkret dari pemerintah daerah.


"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan saling menjaga keselamatan di tengah kondisi darurat ini. Kami sangat berharap pemerintah daerah segera hadir dengan langkah nyata dan solusi konkret demi melindungi keselamatan warga serta menyelamatkan sumber penghidupan masyarakat di Dusun Kaliantan," ujar Huda.


Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih merendam lahan pertanian warga. Ancaman gagal panen menghantui petani yang modal usahanya kini terendam air. Warga kini hanya bisa menanti apakah janji pembangunan infrastruktur yang lebih baik akan segera terealisasi atau mereka harus kembali menelan kerugian yang lebih besar.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bendungan Bedah Embung Meluap: Kaliantan Terancam Terisolasi dan Gagal Panen Massal

Trending Now