Wabup Lombok Timur Buka IKMM Mengabdi 2026, Mahasiswa Harus Beri Dampak Nyata di Desa

Rosyidin S
Senin, Januari 26, 2026 | 14.44 WIB Last Updated 2026-01-26T06:44:49Z
Mengabdi: H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Wakil Bupati Lombok Timur sambutan di pembukaan IKMM Mengabdi, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, secara resmi membuka program Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik (IKMM) Mengabdi 2026, Senin (26/01).


Acara pembukaan yang dipusatkan di Aula Kantor Kepala Desa Lendang Nangka Utara ini menjadi titik awal gerakan mahasiswa dalam memperkuat fondasi desa melalui sektor pendidikan hingga lingkungan.


Mengusung tema "Membangun kesadaran pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan sebagai fondasi Lendang Nangka Utara, kecamatan Masbagik yang berkelanjutan", program ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan aksi nyata yang menyentuh persoalan akar rumput.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran sentral dalam mendukung program transformasi pendidikan dan pengentasan kemiskinan ekstrem di Lombok Timur. Ia menilai durasi pengabdian selama dua minggu adalah waktu yang sangat potensial untuk melakukan perubahan.


"Kami berharap durasi pengabdian selama dua minggu ini efektif untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Lendang Nangka Utara. Mahasiswa harus mendukung transformasi pendidikan dan membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem," ujar Edwin.


Menariknya, Wabup juga menegaskan keterbukaan Pemerintah Daerah terhadap suara mahasiswa. Ia menjamin bahwa kritik dan aspirasi adalah bagian penting dari pembangunan.


"Bupati telah menegaskan, silakan demo sebanyak-banyaknya. Kami bahkan menugaskan pejabat eselon II untuk mencatat setiap tuntutan. Untuk hearing atau audiensi, kami terbuka kapan saja selama tidak sedang di luar daerah," tegasnya di hadapan para mahasiswa.


Kepala Desa Lendang Nangka Utara, Moh. Tahir, menyambut baik kedatangan para mahasiswa. Ia berharap kehadiran intelektual muda ini mampu mengedukasi warga terkait dua masalah krusial di desanya: pernikahan usia dini dan dampak perubahan iklim pada sektor pertanian.


"Kami berharap mahasiswa mampu memberikan perspektif baru, khususnya dalam mengedukasi warga yang rentan terhadap praktik pernikahan di usia muda. Selain itu, kami juga menghadapi tantangan perubahan iklim yang mulai memengaruhi hasil pertanian desa," ungkap Moh. Tahir.


Senada dengan hal tersebut, Pembina IKMM Akmaludin Sya'bani memberikan pesan kuat kepada para peserta. Ia mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan tidak akan bermanfaat jika hanya berhenti di meja diskusi.


"Mahasiswa harus mampu menelurkan ide dan gagasan dalam bentuk karya nyata maupun ilmiah. Ilmu tidak hanya didiskusikan, tetapi harus diaplikasikan langsung untuk membantu persoalan masyarakat. Kemampuan ini sangat bermanfaat saat terjun langsung ke lapangan," pungkas Akmaludin.


Program IKMM Mengabdi 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi Desa Lendang Nangka Utara untuk menjadi desa yang lebih mandiri dan sadar akan pentingnya kualitas hidup yang berkelanjutan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wabup Lombok Timur Buka IKMM Mengabdi 2026, Mahasiswa Harus Beri Dampak Nyata di Desa

Trending Now