![]() |
| Baksos: Kementerian Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat memberikan bantuan modal usaha kepada warga Bone, (Foto: Istimewa/MP). |
Di tengah ribuan peserta jalan sehat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan kejutan berupa bantuan modal usaha sebesar Rp20 juta kepada seorang pedagang kerupuk keliling.
Momen ini terjadi saat Mentan Amran memilih membaur dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi langsung. Langkahnya terhenti pada seorang pria penjual kerupuk yang sedang menjajakan dagangannya di kerumunan massa.
Dalam dialog hangat tersebut, sang pedagang mengungkapkan perjuangannya menghidupi tujuh orang anak dengan penghasilan kotor hanya sekitar Rp200 ribu per hari. Terenyuh mendengar perjuangan sang ayah tersebut, Amran spontan merogoh dukungan nyata berupa bantuan modal.
“Negara harus hadir untuk rakyat kecil. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendiri di tengah keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk keberpihakan agar usaha kecil bisa naik kelas,” ujar Mentan Amran di lokasi.
Bagi Amran, keberadaan pelaku usaha mikro seperti pedagang kerupuk bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar utama ketahanan ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari unit terkecil di tingkat desa dan kelurahan.
“Kalau usaha kecil bergerak, ekonomi desa hidup, ekonomi daerah kuat. Dari sinilah pondasi ekonomi nasional dibangun. Karena itu, kita dorong mereka punya akses modal, semangat, dan harapan untuk berkembang,” tegasnya dengan penuh semangat.
Selain memberikan bantuan materiil, pria kelahiran Bone ini juga memberikan motivasi kepada sang penerima manfaat agar tidak sekadar menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan konsumtif, melainkan untuk ekspansi usaha.
“Gunakan ini untuk menambah dagangan, memperbesar usaha. InsyaAllah kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa berlipat dan kehidupan keluarga ikut membaik,” pesan Amran.
Aksi spontan ini pun memicu haru. Sang pedagang tak kuasa menahan tangis saat menerima bantuan yang dianggapnya sebagai 'angin segar' bagi masa depan ketujuh anaknya. Di sisi lain, masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka memberikan apresiasi atas respons cepat sang menteri terhadap realitas sosial di lapangan.
Langkah ini mempertegas komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sentuhan langsung (direct intervention) kepada masyarakat yang membutuhkan, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh korporasi besar, tetapi juga menjangkau rakyat kecil di pelosok negeri.

