![]() |
| Sembako: Kadis Sosial Lombok Timur, Siti Aminah, (Foto: Rosyidin/MP). |
Empat wilayah yang tersisa tersebut yakni Kecamatan Selong, Sambelia, Lenek, dan Sembalun. Pemerintah daerah memastikan keterlambatan bukan disebabkan persoalan teknis distribusi, melainkan ketatnya seleksi kualitas bahan pangan yang dimasukkan dalam paket bantuan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, Siti Aminah, menjelaskan pemerintah daerah menerapkan standar tinggi terhadap kualitas beras yang digunakan, sehingga sejumlah barang dari penyedia bahkan harus ditolak.
“Kami sangat selektif, makanya penyaluran agak lambat. Bahkan kami sering menolak barang dari penyedia karena tidak sesuai spesifikasi,” ujar Siti Aminah, Senin (6/4/2026) kemarin.
Menurutnya, tantangan terbesar berada pada proses pengadaan beras premium dalam jumlah besar. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengalokasikan sekitar 993 ton beras kelas premium yang akan dikemas menjadi 198.776 paket sembako untuk didistribusikan ke seluruh desa.
Besarnya kebutuhan tersebut membuat penyedia membutuhkan waktu lebih lama untuk memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jumlahnya cukup besar, sehingga penyedia agak kesulitan melakukan pengadaan beras premium yang sesuai spesifikasi yang kami butuhkan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, setiap beras yang masuk wajib melalui uji laboratorium di Jakarta sebelum dapat dikemas dan disalurkan kepada masyarakat. Proses verifikasi kualitas ini dinilai penting untuk menghindari persoalan hukum maupun kualitas bantuan di kemudian hari.
“Setiap beras yang akan masuk, sebelum dikemas, diperiksa dulu kualitasnya. Enggak apa-apa lambat, yang penting sesuai spesifikasi sehingga tidak bermasalah di kemudian hari,” tegas Siti Aminah.
Siti Aminah juga meluruskan persepsi publik yang menyebut bantuan tersebut sebagai paket Lebaran. Ia menegaskan program ini merupakan intervensi sosial pemerintah daerah bagi warga miskin dan miskin ekstrem yang memanfaatkan momentum Ramadan dan Idul Fitri.
Ia memastikan penyaluran masih sesuai jadwal karena kontrak distribusi berlaku hingga 9 April 2026.
“Hari ini penyaluran dilakukan di Kecamatan Aikmel, Pringgasela, Sukamulia, dan Suralaga. Insyaallah akan sesuai target,” katanya optimistis.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan bansos sembako tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu keluarga miskin ekstrem agar tetap merasakan kebahagiaan di bulan suci.
“Ini adalah intervensi Pemda bagi warga miskin dan miskin ekstrem. Saya berharap dengan bantuan ini, semua lapisan masyarakat sama-sama merasakan kebahagiaan di bulan Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.
Ia menambahkan, penetapan penerima bantuan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah melalui proses verifikasi dan validasi berjenjang. Prioritas penerima diberikan kepada masyarakat dalam kategori desil 1 dan desil 2.
“Yang menerima bantuan ini adalah berdasarkan DTSEN,” tegas Bupati.
Dengan capaian distribusi yang telah mencapai lebih dari delapan puluh persen dan batas waktu kontrak yang masih tersedia, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur optimistis seluruh paket bansos dapat tersalurkan tepat waktu dengan kualitas yang terjamin bagi masyarakat penerima manfaat.

