Petani Puas Distribusi Benih, Sembalun Siap Jadi Sentra Bibit Bawang Putih Terbaik Nasional

Rosyidin S
Senin, April 06, 2026 | 16.37 WIB Last Updated 2026-04-06T11:26:19Z

Serah: Tangkapan layar saat petani Sembalun menerima bibit bawang putih di Sembalun, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Program distribusi benih bawang putih tahun 2026 di Kecamatan Sembalun mendapat respons positif dari kelompok tani. Setelah sempat muncul keluhan terkait kualitas benih, pemerintah bersama pihak penyedia bergerak cepat melakukan penggantian, sehingga para petani kini menyatakan puas dan siap mendukung Sembalun menjadi sumber benih bawang putih unggulan tingkat nasional.
 
Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur memastikan proses pengawalan distribusi benih bawang putih berjalan sesuai prosedur dan mendapat dukungan penuh dari kelompok tani penerima manfaat.
 
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Lombok Timur, Zukiadi, menjelaskan bahwa pada prinsipnya tidak ada kelompok tani yang menolak program perbenihan bawang putih. Dinamika yang terjadi lebih disebabkan perbedaan jadwal tanam di setiap wilayah lahan di Kecamatan Sembalun.
 
“Kami melakukan pengawalan distribusi benih untuk kegiatan perbenihan tahun 2026. Pada prinsipnya semua kelompok tani mendukung, hanya saja jadwal tanam berbeda karena kondisi ketersediaan air di tiap wilayah tidak sama,” jelas Zukiadi.
 
Menurutnya, pemerintah telah mengundang perwakilan kelompok tani untuk berdiskusi guna mencari solusi bersama, termasuk menyesuaikan varietas benih dengan ketersediaan yang telah disiapkan penyedia.
 
Ia menegaskan, salah satu perbaikan utama yang dilakukan adalah memastikan ketepatan distribusi sarana produksi agar sesuai dengan musim tanam, terutama di wilayah dengan garis irigasi tinggi yang rawan kekurangan air jika penanaman terlambat.
 
“Ketepatan distribusi sangat penting karena berkaitan langsung dengan jadwal tanam dan ketersediaan air. Jika lewat akhir Maret atau awal April, beberapa wilayah berpotensi mengalami kekurangan air,” ujarnya.
 
Terkait keluhan petani mengenai benih bawang putih yang rusak atau gembos (kepok istilah Sembalun-red), Zukiadi memastikan penggantian telah dilakukan sesuai ketentuan. Pemeriksaan dilakukan bersama pengawas benih dari Balai Sertifikasi Benih Provinsi NTB.
 
“Benih yang tidak memenuhi syarat, seperti yang kepok atau rusak, wajib diganti oleh penyedia. Pemeriksaan sudah dilakukan bersama pengawas benih, dan penggantian dilakukan tanpa pengurangan volume,” tegasnya.
 
Ia menambahkan, toleransi kerusakan benih maksimal sebesar lima persen. Namun apabila ditemukan kerusakan di lapangan, penyedia tetap berkewajiban mengganti sesuai hasil pemeriksaan teknis.
 
Di Desa Sajang, misalnya, benih yang rusak telah diganti seluruhnya oleh penyedia guna menjamin pelaksanaan program berjalan sesuai standar.
 
Terkait aturan lokasi tanam yang harus sesuai dengan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), Zukiadi menjelaskan bahwa pemerintah tetap menyesuaikan kondisi riil di lapangan.
 
“Pertanian itu dinamis. Jika lahan yang terdaftar ternyata sudah ditanami komoditas lain, kami akan mencari pengganti di dalam kelompok tani agar target tanam tetap tercapai,” katanya.
 
Menurutnya, relokasi tanam hanya dilakukan apabila seluruh lahan dalam kelompok benar-benar tidak tersedia.
 
Distribusi benih tahun ini juga melibatkan berbagai unsur pengawasan, mulai dari tim pendamping Kementerian Pertanian, pengawas benih, penyuluh pertanian lapangan hingga aparat kepolisian.
 
“Selama seminggu terakhir kami juga didampingi Polres Lombok Timur untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan seluruh sarana produksi diterima kelompok tani sesuai haknya,” jelas Zukiadi.
 
Ia optimistis keterlibatan banyak pihak akan mempercepat terwujudnya Sembalun sebagai sumber benih bawang putih nasional.
 
“Mudah-mudahan Sembalun bisa menjadi sumber benih nasional dan mendukung Indonesia menuju swasembada bawang putih,” harapnya.
 
Respons cepat pemerintah mendapat apresiasi dari petani. Julaeman, anggota petani di Sembalun, mengonfirmasi bahwa benih rusak yang sebelumnya dikeluhkan telah diganti sepenuhnya.
 
“Alhamdulillah pihak dinas dan para pihak terkait merespons cepat keluhan kami, khususnya petani bawang putih di wilayah Kecamatan Sembalun,” ujarnya.
 
Ia juga memastikan benih yang rusak sebanyak 10 karung kepada kelompok telah diganti tanpa pengurangan.
 
“Kami klarifikasi bahwa bawang putih yang rusak sebanyak 10 karung sudah diganti,” tegasnya.
 
Hal senada disampaikan petani lainnya, Adi Husaini, yang menilai kualitas benih saat ini sudah jauh lebih baik.
 
“Saya lihat dari gudang hingga di petani kondisinya sudah sangat bagus dan baik,” katanya.
 
Para petani Sembalun menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program bawang putih nasional sekaligus meningkatkan kualitas produksi agar mampu bersaing dengan daerah lain.
 
Mereka menilai langkah cepat pemerintah menjadi bukti perhatian nyata terhadap sektor pertanian, khususnya komoditas bawang putih yang selama ini menjadi andalan wilayah Sembalun.
 
“Kami para petani di Sembalun tetap akan mengawal program bawang putih dari pusat dan berkomitmen meningkatkan kualitas agar lebih baik dibandingkan daerah lain,” pungkas Adi.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Petani Puas Distribusi Benih, Sembalun Siap Jadi Sentra Bibit Bawang Putih Terbaik Nasional

Trending Now