Petani Puas Distribusi Benih, Sembalun Siap Jadi Sentra Bibit Bawang Putih Terbaik Nasional
Rosyidin S
Last Updated
2026-04-06T11:26:19Z
 |
Serah: Tangkapan layar saat petani Sembalun menerima bibit bawang putih di Sembalun, (Foto: Istimewa/MP).
|
MANDALIKAPOST.com — Program distribusi benih bawang putih tahun 2026 di
Kecamatan Sembalun mendapat respons positif dari kelompok tani. Setelah sempat
muncul keluhan terkait kualitas benih, pemerintah bersama pihak penyedia
bergerak cepat melakukan penggantian, sehingga para petani kini menyatakan puas
dan siap mendukung Sembalun menjadi sumber benih bawang putih unggulan tingkat
nasional.
Dinas Pertanian Kabupaten Lombok
Timur memastikan proses pengawalan distribusi benih bawang putih berjalan
sesuai prosedur dan mendapat dukungan penuh dari kelompok tani penerima
manfaat.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan
Hortikultura Dinas Pertanian Lombok Timur, Zukiadi, menjelaskan bahwa pada prinsipnya tidak ada kelompok tani
yang menolak program perbenihan bawang putih. Dinamika yang terjadi lebih
disebabkan perbedaan jadwal tanam di setiap wilayah lahan di Kecamatan Sembalun.
“Kami melakukan pengawalan
distribusi benih untuk kegiatan perbenihan tahun 2026. Pada prinsipnya semua
kelompok tani mendukung, hanya saja jadwal tanam berbeda karena kondisi
ketersediaan air di tiap wilayah tidak sama,” jelas Zukiadi.
Menurutnya, pemerintah telah
mengundang perwakilan kelompok tani untuk berdiskusi guna mencari solusi
bersama, termasuk menyesuaikan varietas benih dengan ketersediaan yang telah
disiapkan penyedia.
Ia menegaskan, salah satu perbaikan
utama yang dilakukan adalah memastikan ketepatan distribusi sarana produksi
agar sesuai dengan musim tanam, terutama di wilayah dengan garis irigasi tinggi
yang rawan kekurangan air jika penanaman terlambat.
“Ketepatan distribusi sangat penting
karena berkaitan langsung dengan jadwal tanam dan ketersediaan air. Jika lewat
akhir Maret atau awal April, beberapa wilayah berpotensi mengalami kekurangan
air,” ujarnya.
Terkait keluhan petani mengenai
benih bawang putih yang rusak atau gembos (kepok istilah Sembalun-red), Zukiadi memastikan penggantian telah
dilakukan sesuai ketentuan. Pemeriksaan dilakukan bersama pengawas benih dari
Balai Sertifikasi Benih Provinsi NTB.
“Benih yang tidak memenuhi syarat,
seperti yang kepok atau rusak, wajib diganti oleh penyedia. Pemeriksaan sudah
dilakukan bersama pengawas benih, dan penggantian dilakukan tanpa pengurangan
volume,” tegasnya.
Ia menambahkan, toleransi kerusakan
benih maksimal sebesar lima persen. Namun apabila ditemukan kerusakan di
lapangan, penyedia tetap berkewajiban mengganti sesuai hasil pemeriksaan
teknis.
Di Desa Sajang, misalnya, benih yang
rusak telah diganti seluruhnya oleh penyedia guna menjamin pelaksanaan program
berjalan sesuai standar.
Terkait aturan lokasi tanam yang
harus sesuai dengan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), Zukiadi
menjelaskan bahwa pemerintah tetap menyesuaikan kondisi riil di lapangan.
“Pertanian itu dinamis. Jika lahan
yang terdaftar ternyata sudah ditanami komoditas lain, kami akan mencari
pengganti di dalam kelompok tani agar target tanam tetap tercapai,” katanya.
Menurutnya, relokasi tanam hanya
dilakukan apabila seluruh lahan dalam kelompok benar-benar tidak tersedia.
Distribusi benih tahun ini juga
melibatkan berbagai unsur pengawasan, mulai dari tim pendamping Kementerian
Pertanian, pengawas benih, penyuluh pertanian lapangan hingga aparat
kepolisian.
“Selama seminggu terakhir kami juga
didampingi Polres Lombok Timur untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan
seluruh sarana produksi diterima kelompok tani sesuai haknya,” jelas Zukiadi.
Ia optimistis keterlibatan banyak
pihak akan mempercepat terwujudnya Sembalun sebagai sumber benih bawang putih
nasional.
“Mudah-mudahan Sembalun bisa menjadi
sumber benih nasional dan mendukung Indonesia menuju swasembada bawang putih,”
harapnya.
Respons cepat pemerintah mendapat
apresiasi dari petani. Julaeman, anggota petani di Sembalun, mengonfirmasi
bahwa benih rusak yang sebelumnya dikeluhkan telah diganti sepenuhnya.
“Alhamdulillah pihak dinas dan para
pihak terkait merespons cepat keluhan kami, khususnya petani bawang putih di
wilayah Kecamatan Sembalun,” ujarnya.
Ia juga memastikan benih yang rusak
sebanyak 10 karung kepada kelompok telah diganti tanpa pengurangan.
“Kami klarifikasi bahwa bawang putih
yang rusak sebanyak 10 karung sudah diganti,” tegasnya.
Hal senada disampaikan petani
lainnya, Adi Husaini, yang menilai kualitas benih saat ini sudah jauh lebih baik.
“Saya lihat dari gudang hingga di
petani kondisinya sudah sangat bagus dan baik,” katanya.
Para petani Sembalun menyatakan
komitmennya untuk terus mengawal program bawang putih nasional sekaligus
meningkatkan kualitas produksi agar mampu bersaing dengan daerah lain.
Mereka menilai langkah cepat
pemerintah menjadi bukti perhatian nyata terhadap sektor pertanian, khususnya
komoditas bawang putih yang selama ini menjadi andalan wilayah Sembalun.
“Kami para petani di Sembalun tetap
akan mengawal program bawang putih dari pusat dan berkomitmen meningkatkan
kualitas agar lebih baik dibandingkan daerah lain,” pungkas Adi.
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE