 |
Gas Melon: Sekda Lombok Timur, H.M Juaini Taofik saat ditemui awak media, Foto: Rosyidin:MP).
|
MANDALIKAPOST.com
– Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah strategis untuk mengatasi
kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan masyarakat. Melalui
koordinasi dengan pihak Pertamina, pemerintah daerah memastikan
tambahan kuota distribusi mulai disalurkan guna menstabilkan pasokan di
lapangan.
Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H.
Muhammad Juaini Taofik, usai pertemuan bersama pihak Pertamina pada Senin
(6/4). Ia menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi
kondisi yang dirasakan masyarakat.
“Menindaklanjuti persoalan gas yang dikeluhkan masyarakat, kami pemerintah
daerah menambahkan kuota agar kondisi bisa kembali aman seperti sedia kala. Ini
juga merupakan hasil koordinasi bersama pihak Pertamina,” ujarnya.
Menurutnya, langkah penambahan kuota dilakukan sebagai respons cepat
terhadap kelangkaan LPG subsidi yang terjadi di sejumlah wilayah. Pemerintah
memastikan pasokan LPG 3 kilogram diperkuat agar kebutuhan masyarakat,
khususnya kelompok penerima subsidi, tetap terpenuhi.
Dalam skema terbaru, distribusi LPG 3 kilogram yang sebelumnya berada pada
kapasitas normal sekitar 35.000 tabung kini ditambah sebanyak 24.480 tabung.
Tambahan tersebut diharapkan mampu menekan kelangkaan sekaligus menstabilkan
harga dan ketersediaan gas di tingkat pengecer.
Selain menambah kuota, Pemkab Lombok Timur juga melakukan penyesuaian pola
distribusi di lapangan agar penyaluran lebih efektif dan merata.
“Kami tidak hanya menambah kuota, tetapi juga memastikan pola distribusinya
lebih efisien sehingga masyarakat yang benar-benar berhak bisa mendapatkan gas
subsidi ini,” jelas Juaini.
Pada tahap awal, distribusi tambahan difokuskan pada empat kecamatan yang
dinilai paling terdampak, yakni Kecamatan Pringgasela, Lenek, Aikmel, dan
Wanasaba. Keempat wilayah tersebut diprioritaskan berdasarkan tingkat kebutuhan
dan laporan kondisi riil di lapangan.
Sekda mengungkapkan, pemerintah daerah sebenarnya telah berkomunikasi dengan
seluruh kecamatan di Lombok Timur. Namun, penyaluran awal diarahkan ke wilayah
dengan tingkat urgensi tertinggi.
“Kami sudah berkomunikasi dengan 21 kecamatan. Namun untuk tahap awal ini,
kami fokuskan di titik yang paling membutuhkan agar dampaknya langsung
dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran media dan masyarakat yang aktif memberikan
informasi terkait kondisi distribusi LPG di lapangan. Menurutnya, laporan
tersebut menjadi bahan penting dalam menentukan kebijakan yang tepat.
“Masukan dari masyarakat dan media sangat membantu kami dalam memetakan
persoalan distribusi. Ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat
sasaran,” tambahnya.
Dengan adanya tambahan kuota serta penataan ulang sistem distribusi, Pemerintah
Kabupaten Lombok Timur optimistis pasokan LPG 3 kilogram segera kembali stabil
dan kelangkaan yang terjadi dapat teratasi dalam waktu dekat. Pemerintah juga
mengimbau masyarakat agar menggunakan LPG subsidi secara bijak sesuai
peruntukannya.
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE