![]() |
| Atlet: Para atlet Kick Boxing Lombok Timur berpose bersama, (Foto: Istimewa/MP). |
Dua medali emas berhasil disumbangkan oleh Haeryyatunisa yang turun di kelas 56 kg Low Kick Putri dan Rizan Fikri pada kelas 63 kg Full Contact Putra.
Sementara itu, empat medali perunggu masing-masing dipersembahkan oleh. L. Hari Oktarian (Kelas 71 kg Full Contact Putra), Wahyu Maksum (Kelas 51 kg Low Kick Putra), Arbian Mahmasani (Kelas 63 kg Point Fight Putra), dan Titiq Barokah (Kelas 51 kg Point Fight Putri).
Ketua sekaligus Pelatih Kick Boxing Lombok Timur, Sulistiyo Nusantara, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perjuangan pantang menyerah yang ditunjukkan oleh para atletnya di atas matras.
"Alhamdulillah, kami berhasil meraih dua medali emas dan empat medali perunggu. Hasil ini merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim yang telah berlatih dengan disiplin untuk menghadapi Porprov," ujar Sulistiyo saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan bahwa raihan ini akan menjadi pijakan dan modal berharga bagi pembinaan cabang olahraga Kick Boxing di Lombok Timur agar bisa terus berbicara banyak di kejuaraan tingkat regional maupun nasional.
Meski meraih hasil positif secara keseluruhan, Sulistiyo memberikan catatan khusus terkait laga di kelas 51 kg Low Kick Putra. Langkah atlet Lotim, Wahyu Maksum, terhenti di babak semifinal setelah berhadapan dengan petarung kontingen Kabupaten Dompu dalam laga yang dinilai penuh kontroversi.
"Kami menghormati keputusan pertandingan, tetapi pada laga Wahyu Maksum melawan atlet Dompu di semifinal terdapat hasil yang menurut kami cukup kontroversial," ungkapnya.
Kendati demikian, pihak pelatih dan tim menanggapi situasi tersebut secara bijak demi kemajuan tim di masa mendatang.
"Meski demikian, kami tetap menerima keputusan tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi ke depan," lanjut Sulistiyo.
Menutup keterangannya, Sulistiyo berharap capaian enam medali di Porprov XII NTB 2026 ini tidak membuat para atlet cepat berpuas diri, melainkan menjadi pemantik semangat untuk terus mengasah kemampuan demi mengharumkan nama Lombok Timur.

