Rosyidin S
Senin, Juli 20, 2026 | 09.22 WIB Last Updated 2026-07-20T01:22:46Z
Sang juara: Euforia Tim Nasional Sepakbola Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026, (Foto: Istimewa/MP).


DOHA, MANDALIKAPOST.com — Tim nasional Spanyol sukses menobatkan diri sebagai penguasa baru sepak bola jagat raya. Skuad berjuluk La Roja tersebut berhasil merebut gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah setelah menumbangkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu (extra time).


Kemenangan dramatis ini sekaligus melengkapi torehan emas Spanyol di bawah asuhan Luis de la Fuente. Setelah sukses mengangkat trofi Euro 2024, mereka kini resmi mengawinkan gelar tersebut dengan trofi Piala Dunia 2026. Capaian fantastis ini membangkitkan memori pencinta sepak bola pada era keemasan Spanyol periode 2008-2010 silam.


Pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal ini menyajikan duel taktik kelas atas. Spanyol tampil lebih mendominasi jalannya laga, namun ketatnya pertahanan Argentina dan penampilan gemilang kiper Emiliano Martinez membuat sejumlah peluang emas La Roja mentah sepanjang waktu normal.


Ketangguhan lini pertahanan Argentina mulai goyah di awal babak perpanjangan waktu. Pada menit ke-93, petaka menimpa Albiceleste setelah gelandang jangkar mereka, Enzo Fernandez, diganjar kartu kuning kedua oleh wasit dan terpaksa diusir keluar lapangan.


Unggul jumlah pemain membuat Spanyol kian agresif. Puncaknya terjadi pada menit ke-105. Berawal dari umpan silang akurat Pedro Porro, Nico Williams berhasil memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah Ferran Torres. Pemain pengganti tersebut langsung menyambar bola dengan tendangan keras yang tak mampu dibendung oleh Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk Spanyol bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.


Seusai laga, pelatih dan para pemain memberikan pernyataan mereka terkait jalannya pertandingan bersejarah ini:


Luis de la Fuente (Pelatih Timnas Spanyol), tak kuasa menahan kebahagiaannya seraya mengungkapkan. "Ini adalah momen yang luar biasa bagi seluruh rakyat Spanyol. Anak-anak menunjukkan mentalitas juara yang sesungguhnya. Menyamai pencapaian generasi emas 2010 dengan mengawinkan gelar Euro dan Piala Dunia adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Kami menghormati Argentina, tetapi malam ini takdir berpihak pada kerja keras kami," ujar Luis de la Fuente dilansir dari laman resmi BBC News Indonesia, Senin (20/7).


"Saat melihat bola sundulan Nico (Williams) datang ke arah saya, saya hanya memikirkan satu hal: tendang sekeras mungkin. Menjadi penentu di laga final Piala Dunia adalah sesuatu yang selalu saya impikan sejak kecil. Gol ini untuk seluruh tim dan suporter yang tiada henti mendukung kami," imbuh Luis de la Fuente.


Sementara itu, sang Mega bintang Argentina, Lionel Messi (Kapten Timnas Argentina) mengungkapkan rasa kecewanya. "Sangat menyakitkan harus kalah dengan cara seperti ini setelah kami berjuang habis-habisan. Kami bermain dengan sepuluh orang di waktu yang krusial dan itu mengubah segalanya. Selamat untuk Spanyol, mereka tim yang hebat. Bagi kami, ini adalah akhir dari sebuah mimpi untuk mempertahankan gelar, tetapi saya bangga dengan perjuangan rekan-rekan hingga detik terakhir," ucapnya.


Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Lionel Messi dan kawan kawan. Upaya Argentina untuk menjadi negara pertama sejak Brasil pada tahun 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia berturut-turut dipastikan kandas. Lini depan Argentina tampil tumpul dan kesulitan keluar dari tekanan, bahkan mereka tercatat tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran hingga menit ke-115.


Meski begitu, kiper Argentina, Emiliano Martinez, layak mendapat apresiasi tinggi. Sebelum gol Torres tercipta, Martinez melakukan serangkaian penyelamatan krusial. Salah satunya adalah menepis tendangan bebas melengkung dari bintang muda Spanyol, Lamine Yamal pemain yang digadang-gadang sebagai suksesor Messi di penghujung waktu normal. Martinez juga sempat menggagalkan sundulan jarak dekat Nico Williams, sebelum akhirnya gawangnya jebol oleh sepakan keras Torres.


Sesaat setelah wasit meniup peluit akhir, atmosfer stadion pecah. Para pemain Spanyol berhamburan ke lapangan merayakan bintang kedua di jersi mereka. Kendati sempat diwarnai ketegangan dan kericuhan kecil yang melibatkan beberapa pemain Argentina di akhir laga akibat tensi tinggi, Spanyol tetap sah berdiri di podium tertinggi sepak bola dunia tahun 2026.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE

Trending Now