![]() |
| Humaria: Sekuad Laskar Patuh Karya pose bersama manager Perselotim, (Foto: Istimewa/MP). |
Berlaga di bawah terik matahari siang Kota Mataram, skuad berjuluk Laskar Patuh Karya tampil percaya diri sejak peluit awal dibunyikan. Inisiatif serangan langsung diambil Lombok Timur untuk menekan lini pertahanan lawan.
Laga baru berjalan 11 menit, petaka menimpa Kota Bima setelah wasit Hendra Supian Hadi menunjuk titik putih akibat pelanggaran keras terhadap pemain Lombok Timur, Ramasya, di dalam kotak terlarang. M. Apriliawan Akbar yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya secara dingin. Tembakan terukurnya ke sudut kiri atas gawang tak mampu dijangkau kiper Kota Bima, Fairus Ramadhan. Skor 1-0 untuk Lombok Timur.
Unggul satu gol tak membuat anak-anak Lombok Timur mengendurkan serangan. Meski Kota Bima perlahan mencoba bangkit untuk mengejar ketertinggalan, rapatnya barisan belakang Lombok Timur membuat usaha mereka sia-sia.
Justru pada menit ke-39, Lombok Timur berhasil menggandakan keunggulan. Memanfaatkan situasi bola mati, umpan lambung terukur dari Muhammad Osama sukses disambar dengan tandukan tajam oleh Tifatul Adrian yang menggetarkan jala gawang Kota Bima. Skor berubah menjadi 2-0 dan bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Kota Bima tampil lebih agresif guna membongkar tembok pertahanan lawan. Namun, kokohnya barisan belakang Lombok Timur membuat para pemain Kota Bima frustrasi dan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Sebaliknya, Lombok Timur yang mengandalkan skema serangan balik cepat beberapa kali nyaris menambah keunggulan. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, skor 2-0 tak berubah untuk keunggulan Lombok Timur.
Kemenangan ini memastikan Lombok Timur membawa pulang medali emas sepak bola Porprov NTB untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Sementara itu, Kota Bima harus puas merengkuh medali perak, dan Kota Mataram mengamankan medali perunggu.
Keberhasilan meraih medali emas ini disambut gempita oleh jajaran pengurus dan masyarakat Gumi Patuh Karya. Ketua PSSI Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Yusri, tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian fantastis ini.
"Alhamdulillah, kita akhirnya pecah telur. Setelah sekian lama Lombok Timur bahkan tidak pernah lolos ke babak semifinal sekalipun, kini kita bukan hanya menembus final untuk pertama kalinya, tetapi langsung menguncinya dengan medali emas," ujar Yusri riang saat ditemui awak media usai laga.
"Ini adalah impian seluruh masyarakat Lombok Timur yang sudah sangat mengidam-idamkan prestasi di cabang sepak bola Porprov NTB. Namun, saya tegaskan ini barulah awal dari kebangkitan sepak bola Lombok Timur menuju panggung prestasi yang lebih tinggi di masa depan," tambahnya.
Senada dengan Yusri, Manajer Tim Sepak Bola Lombok Timur, Haji Syaiful Bahri, turut mengapresiasi kerja keras dan kedisiplinan seluruh elemen tim yang telah ditempa selama persiapan panjang.
"Tim ini kami bentuk dan siapkan secara intensif selama berbulan-bulan. Kerja keras itu akhirnya terbayar tuntas. Saya sangat bangga bisa mempersembahkan medali emas bersejarah ini untuk seluruh masyarakat Gumi Patuh Karya," tutur Syaiful penuh haru

