Bawaslu dan Kemenag NTB Hadiri Retreat GMAHK Ampenan di Sembalun, Ajak Umat Rawat Kebangsaan

Rosyidin S
Jumat, Agustus 14, 2026 | 20.45 WIB Last Updated 2026-08-14T12:45:47Z
Serimoni: Komisioner Badan Pengawas Pemilu Nusa tenggara Barat, Hasan Basri saat sambutan dalam acara Retreat GMAHK Isa Almasih Ampenan di Sembaulun, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com — Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB menghadiri pembukaan kegiatan Retreat Syukuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Gereja Masehi Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Isa Almasih Ampenan di Sembalun, Lombok Timur, Jumat (14/8).


​Kehadiran Komisioner Bawaslu, Kemenag, pemerintah daerah, TNI/Polri, hingga organisasi kepemudaan lintas agama seperti Banser Ansor dalam kegiatan keagamaan ini menjadi simbol kuatnya semangat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Nusa Tenggara Barat.


​Komisioner Bawaslu NTB, Hasan Basri, S.Pd.I., menegaskan bahwa keterlibatan Bawaslu dalam forum keagamaan lintas elemen merupakan bagian dari upaya menjaga pilar demokrasi. Menurutnya, demokrasi yang sehat hanya bisa berjalan jika persatuan dan kesatuan bangsa tetap terpelihara.


​"Salah satu tugas Bawaslu adalah menjaga demokrasi berjalan dengan baik dan benar. Kata kuncinya adalah menjaga persatuan dan kesatuan di antara sesama anak bangsa," ujar Hasan Basri dalam sambutannya.


​Hasan mengapresiasi kondusifitas NTB yang tetap terjaga selama proses Pemilu dan Pilkada 2024. Ia menekankan bahwa keragaman suku seperti Sasak, Samawa, dan Bojo serta perbedaan agama di NTB merupakan kekayaan yang harus dirawat, bukan pemisah.


​"Merawat kebangsaan ini tidak hanya sekadar saat ada acara seperti ini, tetapi harus lahir dan batin. Dalam Islam ada istilah ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama bangsa) dan ukhuwah insanniyah (persaudaraan sesama manusia). Kita lahir dari sumber yang sama, maka menjaga persatuan adalah kewajiban," tegasnya.


​Sementara itu, Pembina Masyarakat (Pembimas) Kristen Kanwil Kemenag NTB, Jhonson Parulian Hottua, S.H., M.H., M.Th., yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag NTB, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan retreat yang melibatkan tokoh lintas agama dan elemen masyarakat tersebut.


​Jhonson mengingatkan pentingnya mempraktikkan toleransi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, terlebih momen retreat ini dirangkaikan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia.


​"Bagi kami di Kementerian Agama, momen ini sangat penting karena kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dipraktikkan, dirasakan, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Jhonson.


​Ia juga berpesan kepada generasi muda GMAHK Ampenan agar menjadi pribadi yang berkarakter, beriman, dan memiliki kepedulian sosial tinggi di tengah keberagaman bangsa.


​"Janganlah kita menjadi umat yang mudah dipecah belah oleh perbedaan. Mari kita pupuk persaudaraan lintas iman dan hindari menebarkan kebencian di ruang publik," pungkasnya.


​Acara retreat yang berlangsung hingga akhir pekan di kawasan pegunungan Sembalun ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan spiritual jamaat sekaligus mempererat ikatan kebangsaan dan persaudaraan antar umat beragama di Nusa Tenggara Barat.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bawaslu dan Kemenag NTB Hadiri Retreat GMAHK Ampenan di Sembalun, Ajak Umat Rawat Kebangsaan

Trending Now