![]() |
| Serimoni: Pemukulan gong secara simbolis oleh Camat Sembalun didampingi ketua jemaat, Sekertaris GMAHK, Komisioner Bawaslu NTB, Polsek, Danramil dan ketuan Banser Ansor, (Foto: Rosyidin/MP). |
Pembukaan acara ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Camat Sembalun, Suherman, S.STP., M.M., yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur.
Dalam sambutannya, Suherman menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Sembalun sebagai lokasi retreat yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, Sembalun dengan iklimnya yang sejuk serta panorama alamnya yang indah sangat tepat untuk menjadi sarana penyegaran rohani sekaligus pikiran.
"Selamat datang di Sembalun. Sangat tepat Bapak dan Ibu mengadakan retreat di sini, yang sekaligus dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan kita yang ke-81. Selain retreat, sepertinya sangat cocok untuk tempat kita refreshing juga di sini, dengan udara dan pemandangan yang sangat luar biasa," ujar Suherman saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut, Camat Sembalun menggarisbawahi pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Mengutip pemikiran Samuel Huntington dalam buku Clash of Civilizations, Suherman mengingatkan potensi gesekan peradaban dan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) yang dapat memecah belah bangsa jika tidak dikelola dengan semangat toleransi.
"Persoalan bangsa hari ini, baik ekonomi, sosial maupun politik, adalah masalah yang bisa diselesaikan karena Indonesia sudah terbiasa. Namun, kebhinekaan harus terus dijaga. Kegiatan hari ini sangat krusial untuk merajut kebersamaan lintas agama, lintas budaya, bahkan lintas suku. Mari kita terus rajut keberagaman kita dalam persatuan Bhinneka Tunggal Ika demi Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.
Suherman juga menambahkan bahwa meskipun terletak di wilayah dataran tinggi yang terbilang jauh secara geografis, Sembalun telah berkembang menjadi kawasan heterogen yang ramah dan inklusif.
Sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Sembalun menjadi wajah bagi Kabupaten Lombok Timur dan Nusa Tenggara Barat di mata wisatawan domestik hingga mancanegara.
Kegiatan pembukaan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh lintas sektor dan instansi, antara lain: Sabat Manurung (Ketua Panitia Pelaksana) & Zerry Wenas (Panitia Pelaksana), Jhonson Parulian Hottua, S.H., M.H., M.Th. (Pembina Masyarakat Kristen, mewakili Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB), Hasan Basri, S.Pd.I. (Komisioner Bawaslu NTB), Pdt. Meiky Lapasiang (Sekretaris Eksekutif GMAHK Konferens Jawa Kawasan Timur).
Termasuk kehadiran Pdt. Gravilla Laloan (Pembawa Doa), Uni Turu Allo (Ketua Jemaat), Zainul Minan, M.Pd. (Tokoh Pemuda Sembalun), Unsur Jajaran Kapolsek Sembalun dan Danramil 16/15 Sembalun.
Rangkaian acara retreat ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan spiritual antar jemaat, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai toleransi dan silaturahmi antar umat beragama di kawasan Lombok Timur khususnya dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya.

