![]() |
| Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka |
MANDALIKAPOST.com– Animo masyarakat terhadap penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menunjukkan respons positif. Hal tersebut terlihat dari tingginya penyerapan tiket, khususnya bagi masyarakat pemegang KTP Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan, hingga saat ini penjualan tiket secara keseluruhan telah mencapai sekitar 53 persen. Sementara khusus kuota tiket bagi pemegang KTP NTB, tingkat penyerapannya telah mencapai 91 persen.
“Jadi tiket itu 53 persen dan untuk tiket NTB, KTP NTB itu 91 persen. Setelah habis di kuota satu, akan dibuka untuk kuota berikutnya. Animonya luar biasa untuk KTP NTB, artinya masyarakat merespons dengan positif,” kata Troy.
Menurutnya, tingginya animo tersebut tidak hanya datang dari masyarakat NTB. Pemerintah Provinsi NTB juga mendorong promosi MotoGP Mandalika ke sejumlah daerah di luar NTB.
Beberapa daerah yang menjadi sasaran promosi di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan Timur. Promosi tersebut nantinya dilakukan melalui pertemuan antara kepala dinas pariwisata maupun pemerintah daerah setempat.
“Pak Gubernur meminta untuk beberapa daerah tetangga, seperti NTT dan Kalimantan Timur, dilakukan pertemuan Kadispar untuk ajang promosi. Itu pun akan kita lakukan hal yang sama,” ujarnya usai Rapat MotoGP di Mataram Senin, ( 14/9/2026).
Troy mengatakan, masyarakat dari daerah yang menjadi sasaran promosi juga berpotensi mendapatkan perlakuan khusus berupa diskon tiket, sebagaimana yang diberikan kepada masyarakat NTB.
“Nanti akan ada roadshow dalam 25 hari ini yang dilakukan oleh Pak Kadispar. Kita akan berikan treatment yang sama seperti tiket untuk warga NTB. Tetapi memang lokasinya harus bertemu dengan Kadispar ataupun Gubernur,” katanya.
Ia menilai langkah promosi lintas provinsi yang dilakukan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan gaung MotoGP Mandalika.
“Menurut saya Pak Gubernur cukup oke karena mempromosikan ini sampai ke lintas provinsi. Faktor Bali dan sekitarnya ini berpengaruh cukup baik. Tapi yang menarik sampai ke Kalimantan Timur,” ujarnya.
Akomodasi Mandalika Penuh
Di sisi lain, Troy memastikan persoalan akomodasi di kawasan Mandalika terus diantisipasi. Saat ini tingkat okupansi akomodasi di kawasan tersebut telah mencapai 100 persen.
Namun, kondisi tersebut dinilai bukan menjadi persoalan karena sejumlah akomodasi alternatif telah disiapkan, termasuk fasilitas yang dikelola ITDC.
“Sesungguhnya tadi Pak Gubernur juga sudah menjawab, akomodasi di Mandalika itu sudah tidak ada masalah. Sudah tidak ada problem karena memang sudah terisi. Namun kami juga menyediakan akomodasi alternatif,” jelasnya.
Selain camping ground dan campervan, ITDC juga menyiapkan akomodasi baru melalui Sade Social Club dan Sade Social Space. Fasilitas tersebut memiliki 38 kamar baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada bulan ini.
“Artinya kami bukan hanya menyelenggarakan MotoGP-nya, namun akomodasinya juga kami pikirkan,” katanya.
Menurut Troy, penambahan kapasitas akomodasi juga dilakukan oleh pelaku industri pariwisata di kawasan Mandalika. Sejumlah hotel lama, termasuk Montana, menyediakan kamar tambahan, sementara hotel-hotel baru juga mulai bermunculan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan MotoGP memberikan dampak terhadap pertumbuhan industri pariwisata dan ekonomi daerah.
“Pelaku industri merespons ini dengan menambah kamar-kamar baru. Dan yang paling penting, begitu ada kamar baru, begitu akomodasi ini bertumbuh, tenaga kerjanya juga hidup,” ujarnya.

