![]() |
| Wisatawan: Aktivitas pengunjung saat bersiap untuk mendaki Gunung Rinjani di pintu pendakian kandang sapi Bawak Nao, Sembalun, (Foto: Rosyidin/MP). |
Kebijakan pembatasan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/08/2026 tentang Penutupan Sementara dan Pembukaan Secara Terbatas Wisata Alam Pendakian Gunung.
Berdasarkan pengumuman resmi pihak pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), kebijakan pembukaan secara terbatas ini berlaku untuk seluruh kegiatan wisata pendakian, ritual, religi, budaya, sosial, hingga penelitian.
Guna menekan risiko kebakaran, TNGR akan memperketat pengawasan di lapangan. Langkah preventif yang disiapkan meliputi sosialisasi bahaya karhutla kepada calon pendaki dan pelaku usaha jasa wisata, pengetatan patroli, hingga pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan pengunjung yang berpotensi memicu api.
Selain itu, kesiapsiagaan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi bersama Pemda, BNPB, BPBD, TNI/Polri, dan masyarakat lokal turut ditingkatkan.
Seiring dengan diberlakukannya pembatasan ini, pemesanan tiket pendakian secara daring juga mengalami penyesuaian.
"Selama pembatasan tersebut, layanan booking online di aplikasi e-Rinjani kami hentikan sementara. Layanan pemesanan secara online akan dibuka kembali setelah kondisi risiko karhutla dinyatakan aman," ujar Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (1/9/2026).
Astekita menegaskan bahwa kuota harian pendakian sebenarnya tidak mengalami perubahan. Namun, karena sistem tiket Gunung Rinjani sepenuhnya berbasis digital, penutupan aplikasi otomatis menghentikan transaksi baru.
"Tidak ada pengurangan kuota, hanya untuk booking online yang kami tutup sementara. Pemesanan tiket pendakian hanya dilakukan secara online," jelasnya.
Bagi calon pendaki yang sudah menyelesaikan transaksi sebelum kebijakan ini berlaku, pihak pengelola memastikan perjalanan dapat tetap dilanjutkan sesuai jadwal.
"Pemesanan (booking online) yang telah dilakukan dan dibayar sebelum tanggal tersebut tetap dapat dilayani seperti biasa, sesuai ketentuan yang berlaku. Layanan untuk booking baru yang ditutup untuk sementara," pungkas Astekita.
Diharapkan semua pihak untuk bersabar, dan mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan untuk menghindari resiko maupun hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.
"Ini kan demi keamanan bersama, untuk itu kami menghimbau kepada wisatawan calon pengunjung maupun yang sedang berkunjung untuk mengindahkan SOP pendakian dan peraturan yang sudah ditetapkan," tutupnya.

