Pangkas Pengangguran, Bupati Lotim Minta Pelatihan Kerja Disesuaikan dengan Kebutuhan Pasar dan Potensi Daerah

Rosyidin S
Selasa, September 08, 2026 | 20.34 WIB Last Updated 2026-09-08T12:35:42Z
Kompetensi: Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur foto bareng dengan perwakilan peserta pelatihan serta perwakilan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOS.com — Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan pentingnya penyelenggaraan program pelatihan berbasis kompetensi yang adaptif dan tepat sasaran. Ia meminta agar jenis keahlian yang diajarkan kepada masyarakat benar-benar diselaraskan dengan kebutuhan pasar kerja serta potensi Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah masing-masing.


Hal tersebut disampaikannya dalam acara Penutupan Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi sekaligus Penyerahan Bantuan Peralatan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Selasa (8/9).


Dalam arahannya, Haerul Warisin menyoroti bahwa ijazah formal dari jenjang SMA, SMK, maupun perguruan tinggi tidak otomatis menjamin ketersediaan keterampilan praktis yang siap pakai di dunia kerja. Oleh karena itu, pelatihan berbasis kompetensi menjadi jembatan krusial untuk menempuh dan membekali tenaga kerja dengan keahlian nyata.


"Penyelenggara pelatihan jangan hanya berfokus pada jenis pelatihan yang sama secara terus-menerus. Perlu ada pemetaan yang jeli terhadap kebutuhan masyarakat, latar belakang, serta potensi SDA di lingkungan tempat tinggal peserta," tegas Bupati Haerul.


Ia juga menekankan bahwa pengembangan keterampilan harus berjalan seiring dengan bakat dan minat peserta, termasuk mendorong program-program kekinian yang relevan dengan perkembangan zaman.


"Pelatihan kekinian seperti content creator sangat positif dan perlu terus kita dorong keberlanjutannya. Bantuan peralatan yang disalurkan pun hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan riil di wilayah masing-masing," tambahnya.


Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur, Bupati menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh peserta penerima bantuan. Ia berpesan agar peralatan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang produktivitas. Para alumni pelatihan juga diimbau untuk tidak ragu berkonsultasi kembali jika memerlukan pemantapan materi.


Di sisi lain, Haerul berharap sinergi dan koordinasi antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dengan Pemda Lombok Timur melalui Dinas Ketenagakerjaan dapat terus terjalin erat.


Sementara itu, perwakilan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, Haeruziyat, menjelaskan bahwa Kemenaker telah mengucurkan anggaran APBN ke sejumlah lembaga pelatihan guna menekan angka pengangguran di Lombok Timur yang saat ini tercatat sekitar 31 ribu orang.


"Fokus utama program ini adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri, bukan sekadar menuruti minat pribadi, sehingga para lulusan benar-benar siap kerja maupun berwirausaha," ujar Haeruziyat.


Ia menambahkan, pada Agustus 2026 pemerintah pusat menyalurkan Anggaran Belanja Tambahan (ABT), di mana Loka Latihan Kerja (LLK) Selong mendapat alokasi pelatihan untuk 720 peserta yang dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa gelombang (batch). Selain mendapatkan pembekalan teori dan praktik dari para instruktur, peserta juga difasilitasi peralatan penunjang usaha.


"Kami mengimbau para peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh demi membuka peluang karier mandiri, sekaligus memberi jalan bagi calon peserta di gelombang berikutnya," tutur Haeruziyat.


Rangkaian acara ditutup dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati. Selanjutnya, Bupati bersama Wakil Bupati Lombok Timur menyerahkan bantuan peralatan DBH-CHT kepada perwakilan penerima, serta penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan BPVP, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), para instruktur, serta alumni pelatihan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pangkas Pengangguran, Bupati Lotim Minta Pelatihan Kerja Disesuaikan dengan Kebutuhan Pasar dan Potensi Daerah

Trending Now